Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Ribuan Santri Tebar Virus Perdamaian

23 Oktober 2019, 11: 29: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAHKAN BEASISWA: Bupati Sri Sumarni menyerahkan beasiswa kepada santri penghafal Alquran di Alun-alun Purwodadi Selasa (22/10).

SERAHKAN BEASISWA: Bupati Sri Sumarni menyerahkan beasiswa kepada santri penghafal Alquran di Alun-alun Purwodadi Selasa (22/10). (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Peringatan hari santri di Kabupaten Grobogan berlangsung meriah. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, sekolah, dan berbagai badan otonom NU ikut memeriahkan. Mereka bersama-sama menyerukan perdamaian. Di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak para santri untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas di Kota Swieke. Santri juga jadi garda terdepan untuk menangkal paham radikal. Agar Grobogan bebas dari paham tersebut. menghimbau, agar bersama-sama ikut berperan aktif dalam menjaga iklim kondusif di Kabupaten Grobogan. Yaitu terus menerbarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun.

”Jangan terprovokasi dan menyebarkan berita ujaran kebencian. Tebarkan kedamaian. Kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun,” terang dia.

Bupati menjelaskan, peringatan hari santri berawal dari  resolusi jihad pada 22 Oktober oleh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Beliau telah membakar semangat patriotisme dan nasionalisme. Lalu menggerakkan para santri, pemuda, dan masyarakat untuk berjuang melawan penjajah.

Peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta. Bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menebar ajaran Islam yang ramah dan moderat.

”Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat dengan beragam suku dan budaya,” tandasnya.

Ketua PC NU Grobogan Abu Mansur mengatakan, rangkaian hari santri dimulai pada Senin (21/10). Dengan kirab bendera merah putih dari makam Ki Ageng Getas Pendowo, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi menuju Makam Pahlawan Kelurahan/Kecamatan Purwodadi. Kemudian dilanjutkan membaca doa dan tahlil di Makam Pahlawan.

Sementara puncak hari santri digelar Selasa (22/10). Ada upacara peringatan Hari Santri Nasional di Alun-Alun Purwodadi. Upacara itu, diisi drama kolosal resolusi jihad dari Pagar Nusa dan Lesbumi. Saat drama mereka menampilkan atraksi bela diri dan kekebalan tubuh. Dengan memecahkan batako pakai kepala, menaiki tangga sajam, dan membawa petasan.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia