Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Hari Santri Dibuka Pameran UMKM

21 Oktober 2019, 15: 22: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

KELILING STAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin didampingi Bupati Kabupaten Rembang Abdul Hafidz  mengunjungi tenda-tenda UMKM yang digelar dalam rangka Hari Santri.

KELILING STAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin didampingi Bupati Kabupaten Rembang Abdul Hafidz  mengunjungi tenda-tenda UMKM yang digelar dalam rangka Hari Santri. (HUMAS PEMKAB REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Rembang menjadi pusat perayaan hari santri nasional Jawa Tengah. Kemarin Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin membuka gelaran pameran UMKM. Acara ini sebagai kegiatan perdana rangkaian Hari santri.

Puluhan stand dari berbagai pesantren se- Jawa Tengah dipamerkan. Seperti batik, buku dan kitab pesantren, seni lukis, dan aneka UMKM, serta inovasi lainnya. Selain pameran, panitia juga menggelar lomba Hadroh tingkat provinsi.

Dalam sambutannya Bupati Rembang Abdul Hafidz berterima kasih kepada pemerintah Provinsi. Karena telah menempatkan event hari santri nasional di Rembang. Pihaknya berharap, santri masa kini tidak hanya berbicara tentang ngaji dan olahraga, tetapi juga ekonomi. Agar mengembangkan serta berperan membangun daerah.

"Saya berharap ada langkah yang lebih kongkrit, santri harus berbicara soal ekonomi dan membangun daerah," ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin saat membuka acara mengatakan, selain lomba dan bazar, pihaknya juga akan melaunching sebuah unit usaha yang diberi merk Toko Santri Gayeng (Tosaga). Tosaga sendiri, kata Taj Yasin, sudah dibuat di beberapa daerah. Seperti Pati, dan bekerjasama dengan pondok pesantren.

“Teman-teman yang pernah mengikuti pelatihan bagaimana barang harus keluar dari komputer yang ada di toko sudah diajarkan. berkat kerja keras kita Alhamdulillah di Pati muncul Sentra Mart,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menambahkan, Tosaga memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan toko ritel yang sudah ada saat ini. Swalayan yang berada di bawah naungan Tosaga dapat menjual produk lokal milik UKM yang ada di daerah tersebut. Secara pengelolaan, Tosaga memiliki keunikan yang tidak dimiliki toko modern yang ada saat ini.

“Kita kelola sendiri, kita bangun sendiri dengan cara yang lebih baik, pengelolaan yang lebih baik. Kelebihannya kalau toko ritel tidak bisa memasarkan barang UKM, disini bisa menjual barang-barang produk lokal, para pelaku UKM kita ajak bekerja sama,” imbuhnya.

Setelah pameran ini, para UKM milik pesantren akan diedukasi untuk segera mengurus legalitas produk yakni PIRT, dan sertifikat halal. Dengan demikian, produk yang dijual oleh Santri tidak terjaring razia BPOM. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia