Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Tiga Negara bakal Teliti Fosil di Situs Patiayam

21 Oktober 2019, 13: 52: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

BAKAL DITELITI ASING: Tiga negara asing Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris bakal melakukan penelitian di Museum Purbakala Situs Patiayam Kudus. Pegawai Museum Purbakala Situs Patiayam merawat fosil gading gajah kemarin.

BAKAL DITELITI ASING: Tiga negara asing Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris bakal melakukan penelitian di Museum Purbakala Situs Patiayam Kudus. Pegawai Museum Purbakala Situs Patiayam merawat fosil gading gajah kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Tahun depan, sedikitnya tiga negara asing bakal melakukan penelitian di Museum Purbakala Situs Patiayam. Mereka akan meneliti secara mendalam pada koleksi-koleksi di lokasi itu.

Kabar membanggakan itu disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Museum dan Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Kasman Sutiyono baru-baru ini.

Rencananya, kata Kasman, tiga negara asing tersebut yakni Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris. Mereka akan melakukan penelitiannya pada 2020 mendatang. Beberapa waktu lalu, ketiga negara tersebut telah memesan waktu untuk melakukan penelitian tersebut.

”Penelitian tersebut akan kami jadikan sebagai momen untuk membuat Museum Purbakala Situs Patiayam go internasional,” ujar Kasman.

Selain meneliti koleksi-koleksi yang telah ada, para peneliti tersebut juga akan menggali peninggalan-peninggalan kehidupan purba yang disinyalir masih banyak yang terpendam. Dengan peralatan yang canggih, diharapkan para peneliti tersebut bisa menemukan fosil-fosil yang berumur ratusan ribu tahun tersebut.

Untuk menunjang penelitian tersebut, saat ini Kasman telah merancang gagasan untuk memperbaiki kondisi museum. Pihaknya telah mengajukan alokasi dana dari Bantuan Gubernur (Bangub) Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2020.

”Anggarannya sekitar Rp 4 miliar. Saya rasa ini cukup untuk membuat museum nanti lebih megah dan berkualitas,” terangnya.

Kasman memastikan Detail Egineering Design (DED) akan selesai pada tahun ini. Dengan didirikannya bangunan baru ini, bisa memperluas tempat display dan penyimpanan. Serta diharapkan bisa menambah kepuasan pengunjung. Selain itu, nantinya para peneliti bisa lebih leluasa dalam melakukan risetnya. (qih)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia