Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Lebih Dekat dengan Keluarga Aries Susanti

Ditelepon sebelum Pertandingan, Tonton Bersama Ponakan

21 Oktober 2019, 10: 13: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

BANGGA: Ibunda Aries Susanti Rahayu, Maryati menunjukkan medali emas yang diraih putrinya pada Asian Games 2018 lalu.

BANGGA: Ibunda Aries Susanti Rahayu, Maryati menunjukkan medali emas yang diraih putrinya pada Asian Games 2018 lalu. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Aries Susanti Rahayu, pemanjat asal Desa Taruman, Klambu, Grobogan, mencatatkan prestasi dunia. Ayu-panggilannya berhasil memecahkan rekor di nomor speed woman di ajang kejuaraan panjat tebing dunia IFSC (International Federation of Sport Climbing) World Cup di Xiamen, Tiongkok Sabtu (19/10) lalu. Sebelum bertanding Aries telepon ibunya.

SAIFUL ANWAR, Radar Kudus, Grobogan

IBUNDA Aries Susanti Rahayu, Maryati, ditemui Radar Kudus di rumahnya di Desa Taruman, Klambu, Grobogan, kemarin. Maryati menunjukkan beberapa penghargaan dan piala anak kesayangannya itu. Raut muka haru bangga terlihat sangat ketika koran ini mewancarainya.

PRESTISIUS: Aries Susanti Rayahu dan Alfian Muhammad, pemanjat tebing perwakilan Indonesia di podium. 

PRESTISIUS: Aries Susanti Rayahu dan Alfian Muhammad, pemanjat tebing perwakilan Indonesia di podium.  (FPTI FOR RADAR KUDUS)

Maryati mengaku bangga dan bersyukur putri ketiganya itu kembali menorehkan prestasi di tingkat dunia. Maryati mengaku menonton aksi putrinya itu via streaming Youtube.

”Paginya kan telepon, seperti biasa. Minta doa ya, Bu, katanya. Saya nonton bareng keponakan di Youtube, dikasih tahu Ayu. Rasanya ya seneng banget, sampai menangis,” aku ibu tiga anak itu.

Maryati mengatakan Ayu terakhir kali pulang pada September lalu. Itu pun hanya satu hari. Ayu pulang kadang dua bulan sekali. Meski begitu, Maryati menyebut dirinya setiap hari berkomunikasi dengan Ayu via telepon.

”Kalau tidak bisa pulang, biasanya saya yang ke Jogja (tempat pelatnas Ayu). Dia bilang, Ibu yang ke sini ya, aku ndak bisa pulang,” tutur Maryati, menirukan Ayu.

Untuk diketahui, nama Aries Susanti Rahayu mulai melambung dikenal publik sejak awal Mei 2018 lalu. Kala itu, Ayu berhasil menjadi yang tercepat di kejuaraan dunia panjat tebing IFSC di China. Dia berhasil mencatatkan waktu 7,51 detik mengalahkan lawannya asal Rusia dengan catatan waktu 9,01 detik.

Sejak itu, nama Ayu dikenal publik, bahkan dijuluki “Spiderwoman” Indonesia. Pada Asian Games 2018 lalu di Palembang, Ayu juga memboyong medali emas untuk nomor tunggal dan beregu. Selain prestasi tersebut, masih banyak prestasi internasional lain gadis kelahiran 20 Maret 1995 itu.

Atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu tahun lalu sebelumnya berhasil meraih medali emas Asian Games berhasil mencatatkan waktu 6,995 detik. Ayu mengalahkan pemanjat China Yi Ling Song yang hanya memetik catatan waktu 9,032 detik. Catatan itu sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Yi Ling Song di seri sebelumnya dengan catatan 7,101 detik. Juga rekor pertama kalinya di bawah 7 detik.

Pelatih Aries Susanti Rahayu, Ari Mulyanto mengungkapkan, meski berhasil memecahkan rekor dunia di seri terakhir, namun berdasarkan nilai total seluruh seri, Ayu berada di peringkat ketiga dengan 333 poin. Yakni di bawah Yi Ling Song asal China dengan 460 poin dan Anouck Jaubert dengan 355 poin.

”Kalau secara keseluruhan peringkat ketiga, karena sempat tidak ikut dua seri,” kata Ari kemarin.

Dengan raihan peringkat ketiga secara keseluruhan seri itu juga sama dengan pemanjat asal Indonesia di nomor putra, Muhammad Alfian. Alfian meraih poin 286 di bawah Bassa Mawem Bassa asal Prancis dengan 329 poin serta Slava Deulin dengan 312 poin. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia