Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Bakar Sampah, Lansia 80 Tahun Tewas Terpanggang

19 Oktober 2019, 13: 55: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

TRAGIS: Anggota Polsek Rembang Kota mengecek kondisi korban jiwa akibat kebakaraan lahan di Desa Waru, Kota Rembang.

TRAGIS: Anggota Polsek Rembang Kota mengecek kondisi korban jiwa akibat kebakaraan lahan di Desa Waru, Kota Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Kebakaran menjadi momok masyarakat Rembang. Setiap hari terus terjadi, entah disengaja atau tidak. Jumat kemarin empat kebakaran terjadi. Mulai yang lahan hingga brak tebu. Ironisnya salah satu lokasi memakan korban jiwa.

Kejadiannya hampir persis sebulan terakhir. Saat itu kejadian terjadi di Sumberagung, Pancur. Dengan korban sama-sama berusia lansia. Terbaru di Desa Waru, Rembang kota. Sama-sama saat membakar sampah di lahan. Ini diperkuat garuk yang ditemukan petugas.

Korbannya menimpa Sudarno, 80 tahun. Bersangkutan diduga pingsan. Setelah terkepung kepulan asap pembakaran lahan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban menolak dilakukan visum oleh dokter.

Daenuri, keponakan korban mengaku mendapat kabar dari tetangga. Begitu dapat kabar dirinya langsung bergegas menuju lokasi yang terbakar.

”Saat saya tiba di lokasi pakde tubuhnya sudah terlentang. Lalu saya pulang dan mengabari keluarga yang dirumah,” Ungkapnya kemarin (18/10).

Sebelumnya, korban pamit hendak membakar sampah. Jadi dilerai karena angin kencang. Karena sebelum pergi di sawah lainnya. “Perginya sekitar pukul 08.00, selang 1,5 jam kejadian. Lokasinya kebetulan tidak jauh dengan rumah korban. Saya akhirnya mencari anak-anaknya. Lalu setelah saya tengok proses evakuasi sudah selesai dilakukan dari petugas,” terangnya.

Kapolsek Rembang kota AKP Haryanto saat dikonfirmasi koran ini menyampaikan begitu mendapatkan informasi langsung bergegas menuju lokasi. Lalu memanggil tim medis dari puskesmas.  

 ”Korban kumpulkan daun-daun ranting. Di situ ditemukan serokan (garu). Mungkin pada saat membakar ranting atau bagaimana. Tidak ada yang melihat lalu kena asap pingsan, akhirnya terjadi kebakaran,” keterangannya.

Menurutnya korban murni terbakar. Keluarga tidak berkenan korban dibawa rumah sakit, untuk dilakukan visum. “Intinya pihak keluarga sudah mengikhlaskan karena murni musibah,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia