Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Karena Alasan Ini, Pengecoran Jembatan Babalan Terpaksa Mundur

19 Oktober 2019, 09: 53: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

MUNDUR: Pengecoran Jembatan Babalan yang ditargetkan dilaksanakan hari ini terpaksa mundur. Mundurnya pengecoran diakibatkan perancangan besi belum selesai.

MUNDUR: Pengecoran Jembatan Babalan yang ditargetkan dilaksanakan hari ini terpaksa mundur. Mundurnya pengecoran diakibatkan perancangan besi belum selesai. (M. ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Share this      

UNDAAN, Radar Kudus – Pengecoran jembatan Babalan di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus yang ditargetkan dilaksanakan hari ini akhirnya mundur. Kemunduran ini terjadi karena perancangan besi belum selesai.

Terlihat lima orang pekerja bergegas merancang besi dan kawat dengan bentuk persegi. Sementara tiga rekannya bertugas mengambil besi-besi serupa yang ditempatkan di rumah warga dekat jembatan.

”Dari kontraktor memberi waktu perancangan besi sampai besok Sabtu (19/10). Namun sepertinya kami tak bisa menyanggupinya,” kata Sutris, salah satu pekerja saat ditanya kapan pengecoran bisa dilakukan.

Proyek yang digarap oleh CV Adhi Berkah Utama senilai Rp 2.036 miliar. Dalam papan detail proyek yang terletak di sebelah jembatan, tertera jadwal pengerjaan proyek tersebut dimulai sejak 25 Juli dan berakhir pada 22 Desember mendatang (150 hari).

Meski demikian, proyek ini baru dimulai akhir bulan lalu. Mundurnya pengerjaan proyek, kata Sutris akan berdampak pada mundurnya waktu penyelesaian.

Dia menyatakan, besi yang dirancang memiliki panjang 61 meter dan lebar 7 meter. Pengerjaannya dilakukan delapan orang. Menurut Sutris, jumlah pekerja yang sedikit tidak bisa menyelesaikan perancangan besi dalam sepekan. Mereka membutuhkan sekitar sepuluh hari untuk mengerjakan.

”Kalau pengecoran sih satu malam sudah bisa kelar. Tapi, untuk perancangan besi jelas tidak cukup kalau dikasih waktu sebentar,” ungkapnya.

Dengan jam kerja kurang dari sembilan jam dalam sehari, pekerja memprediksi perancangan besi tersebut akan selesai pada Senin (21/10) mendatang. Malamnya baru siap pengecoran.

Sutris menyebutkan, konstruksi besi yang digunakan dalam proyek ini mirip dengan konstruksi Jembatan Tanggulangin. Yakni, dengan besi berukuran 16 yang didasari dengan bondek atau floordeck (tulangan yang terbuat dari seng tebal). Material ini berbeda dengan material lawas. Material lawas terdiri dari besi berukuran 19, namun tanpa dilandasi bondek sama sekali. Dengan material tersebut, usia jembatan Babalan ditaksir mampu bertahan hingga seratus tahun. ”Konstruksinya persis dengan Jembatan Tanggul Angin,” terangnya. (qih)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia