Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Dikebut, Normalisasi Kali Gelis Terkendala Kondisi Tanah dan Sampah

19 Oktober 2019, 09: 32: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

NORMALISASI: Pembangunan kawasan Kali Gelis Kudus untuk menjadikan wilayah sungai bersih dan nyaman dikunjungi terkendala masyarakat sekitar yang suka membuang sampah ke sungai ini.

NORMALISASI: Pembangunan kawasan Kali Gelis Kudus untuk menjadikan wilayah sungai bersih dan nyaman dikunjungi terkendala masyarakat sekitar yang suka membuang sampah ke sungai ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Pekerjaan normalisasi Kali Gelis di Jalan Sunan Kudus terus dikebut. Saat ini pekerjaan sudah mencapai 22 persen. Dalam pengerjaannya, penyedia jasa PT Arkindo mengaku cukup terhambat dengan sikap warga yang bandel. Meski sudah diimbau, mereka tetap saja membuang sampah di sungai.

Saat ditemui, Project Manager dari PT Arkindo Hardy A mengatakan, dalam pengerjaan dijumpai sejumlah kendala. Di antaranya terkait kondisi tanah. Selain itu juga banyaknya sampah yang ada di dalam sungai.

”Tanahnya pasir, jadi longsor terus. Masyarakat juga masih bandel buang limbah rumah tangga di sungai. Bahkan dengan terang-terangan saat ada pekerja pun mereka seenaknya melempar sampah ke sungai,” katanya.

Dikatakannya, sebelum pekerjaan dilaksanakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemkab Kudus melalui Dinas PKPLH dan Dinas PUPR. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi terkait hal ini. Namun nyatanya mereka tetap bandel.

Saat ini pekerjaan yang dikerjakan yakni pembuatan galian alur sungai dan pemasangan tebing pelindung alur sungai. Dalam mengerjakannya dibagi tiga segmen. Segmen 1 berada di sebelah utara jembatan pemasangan tebing pelindung dilakukan 128 meter pada sebelah kiri dan 75 meter pada sebelah kanan. Segmen 2 berlokasi di sebelah selatan jembatan. Pada bagian kiri dilakukan pemasangan tebing pelindung alur sungai 62 meter dan 44 meter untuk bagian kanan. Sementara segmen 3 yang berlokasi di dekat Jembatan Ploso dilakukan pemasangan sepanjang 28 meter.

”Deadline kami akhir Desember selesai,” katanya.

Tebing pelindung ini untuk melindungi tanah agar tidak terjadi erosi. Selain itu, juga untuk memperkuat aliran sungai. Di lokasi yang dibangun, dia mengatakan dulunya tidak ada tebing pelindung. 

Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno pun mengungkapkan hal senada. Dikatakannya, pekerjaan normalisasi Sungai Gelis di Jalan Sunan Kudus memang ditemukan sejumlah permasalahan.

”Rumah-rumah di bantaran perlu direlokasi,” katanya.

Dia menyebut nilai kontrak pekerjaan tersebut senilai Rp. 8.000.716.534, 63. Pekerjaan dilakukan selama 180 hari kerja. Terhitung mulai 26 Juli hingga 22 Desember 2019.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia