Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Disnaker Perinkop dan UKM Beri Pelatihan Desain Baju bagi Pelaku UMKM

19 Oktober 2019, 08: 32: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI EDUKASI: Disnaker Perinkop dan UKM Kudus memberikan pelatihan kepada 25 orang wirausaha. Para pelaku UMKM dibekali pelatihan menjahit tradisional tenun Troso.

BERI EDUKASI: Disnaker Perinkop dan UKM Kudus memberikan pelatihan kepada 25 orang wirausaha. Para pelaku UMKM dibekali pelatihan menjahit tradisional tenun Troso. (GALIH ERLAMBANG W/Radar Kudus)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Sebanyak 25 orang wirausaha dibekali kemampuan menjahit pakaian tradisional tenun Troso. Pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Koperasi Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kudus diselenggarakan di SMK NU Banat Kudus. Mengingat sekolah kejuruan itu, karya busananya telah dikenal secara nasional maupun internasional.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan 15-19 Oktober. Peserta dibekali materi mendesain baju, menjahit sampai pendistribusiannya. Selain itu, pelaku usaha diajak mengunjungi sentral usaha jahit di Salatiga.

Plt Kabid Koperasi dan UKM Roriq Fachri menyatakan, pihaknya memilih SMK NU Banat karena didukung fasilitas yang lengkap. Tingkat SDM pengajarnya juga mempuni.

”Di SMK NU Banat kan sudah bisa go internasional, jadi ini bisa berdampak pada peningkatan kualitas produk mereka,” jelasnya.

Rofiq menambahkan, dari pelatihan ini nantinya ada ilmu yang diterapkan di bidang usaha mereka. Di sisi lain pula, pembekalan materi juga dilengkapi manajemen pemasaran. Wirausaha juga bisa termotivasi untuk menciptakan produk yang bisa bersaing di pasaran.

Zulfa Setianingsih selaku pemateri menuturkan, pemberian materi dilakukan tiga tahap. Pertama, peserta diajarkan menggambar desain baju. Kedua, peserta diajarkan cara menjahit yang halus dan sesuai tren mode yang berkembang. Ketiga, pembekalan materi manajemen pemasaran produk.

”Mode kian berkembang pesat. Mau tidak mau pelaku usaha harus bisa berinovasi untuk mengembangkan produknya,” ungkapnya.

Setelah pelatihan ini, Zulfa berharap 25 wirausaha bisa menjahit baju sesuai mekanisme yang tepat. Harapannya karya mereka bisa diminati masyarakat.

Idhayanti salah seorang peserta pelatihan mengapresiasi atas diadakannya kegiatan tersebut. Meski demikan, dia mengaku mengalami sedikit kendala teknik. Salah satunya, dia belum terbiasa dalam pengguanaan mesin jahit yang modern.

”Kegiatan ini sangat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan. Nantinya saya bakal mengaplikasikan pada jahitan saya,” tuturnya.

Perlu diketahui, SMK NU Banat Kudus pada Desember 2018 lalu berhasil menampilkan Troso Nimbrung dalam peragaan busana Indonesia Fashion Chamber (IFC). Pada kesempatan itu SMK NU Banat Kudus menampilkan 30 baju. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia