Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pekerja Perempuan Harus Paham Tablet Cantik

18 Oktober 2019, 17: 23: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

Pekerja Perempuan Harus Paham Tablet Cantik

KUDUS, Radar Kudus – Pekerja perempuan harus paham pentingnya pola hidup sehat.  Karena sekarang ini banyak resiko yang mengancam pekerja perempuan. Salah satu ancaman bahaya kesehatan bagi pekerja perempuan adalah kekurangan zat besi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Djoko Dwi Putranto mengatakan, "Anemia adalah gejala umum yang terjadi dan menimpa pekerja perempuan," jelasnya pada pencanganan gerakan Perempuan Pekerja Sehat dan Produktif dan Pemberian Tablet Zat Besi, di brak Nojorono, Kaliwungu, Kamis (17/10) lalu.

Padahal, sudah ada tablet cantik yang disediakan supaya mereka bebas dari gangguan kesehatan. Tablet zat besi atau yang biasa dikampanyekan sebagai tablet cantik ini, menurut Djoko, jika dikonsumsi teratur, maka akan mengembalikan produktivitas pekerja. "Apalagi kalau tiga bulan ini rajin mengonsumsi, bisa kayak Luna Maya nanti," ujarnya.

Djoko menjelaskan, di Kudus jumlah pekerja perempuan, mencapai angka 40% dari total seluruh pekerja yang ada. Sebagian besar juga ada di sektor industri rokok. "Mereka ini aset perusahaan yang harus dijaga. Diperhatikan benar kesehatannya. Karena kalau mereka sehat, maka perusahaan juga akan untung. Kita juga sudah siapkan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan mereka inj," tegasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, upaya menjaga kesehatan pekerja perempuan ini juga bisa berdampak positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak. Pekerja perempuan sejak mereka hamil, melahirkan, dan menyusui, haruslah diperhatikan dengan benar. "Beri konseling gizi, beri vitamin A, adakan ruang laktasi atau menyusui di pabrik, akan sangat baik hasilnya. Juga bisa mengurangi stunting atau gizi buruk," katanya.

Gerakan pencanganan minum tablet cantik ini, menurut Djoko, berlangsung serentak di semua perusahaan. Program ini akan berlangsung hingga Desember mendatang. "Semua perusahaan harus mengikutinya. Memberikan tablet cantik itu ke pekerjanya. Seminggu sekali diberi tabletnya secara rutin. Nanti setelah Desember, akan kita evaluasi," tandasnya.

Pada pencanangan tersebut, ada kurang lebih 500 pekerja perempuan yang mengikutinya. Turut hadir Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Mawar Hartopo, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Zaratun, buruh giling, mengatakan jika dirinya sudah hampir tiga puluh tahun bekerja di Nojorono. Pola hidup sehat juga diterapkan di pabrik. "Kalau sehari-hari itu ada senam, kemudian diberi tahu cara cuci tangan yang baik," katanya.

Saat diberi tablet cantik tadi, Zarotun mengaku jika dirinya sedikit merasa enakan. "Rada enakan. Kalau diberi tiap hari, mau juga," jelasnya.

Human Resource Manager PT Nojorono Tobacco International,  Henry Salassa Go mengatakan, pekerja di perusahaannya sudah dianggap sebagai keluarga. Itu sebabnya, semua diperlakukan dengan baik. "Itu sesuai visi kita untuk menjalankan best manage di perusahaan. Bain itu organisasi, sistem, hingga memperlakukan pekerja dengan baik," terangnya.

Gerakan ini, menurut Henry sangat bagus. Karena membuat pekerja menjadi sehat. Sehingga akan produktif nantinya. Dengan begitu, maka saat mereka pensiun nanti, akan bisa hidup bahagia.

"Kita juga sudah lakukan program lain seperti pemeriksaan IVA test, dan program lain yang berkaitan dengan pekerja perempuan. Termasuk kampanye mengajak mereka lebih hidup sehat. Ķalau satu orang saja melakukan kebaikan, maka dunia ini akan menjadi lebih baik," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo mengatakan, pekerja perempuan harus selalu ingat akan kesehatannya. Karena mereka juga butuh sehat untuk bekerja. "Kalau sakit nanti tidak bisa bekerja. Pokoknya jangan lupa minum tablet cantik ini ya. Minumnya yang teratur," pesannya. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia