Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Jor-joran Uang di Pilkades Jepara, Satu Amplop Berisi Rp 200 Ribu

18 Oktober 2019, 15: 37: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

BELI SUARA: Amplop berisi uang dan kupon dari calon kades di Jepara kemarin.

BELI SUARA: Amplop berisi uang dan kupon dari calon kades di Jepara kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Praktik money politics pada pemilihan petinggi (pilpet) atau pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Jepara masih marak terjadi. Mulai H-1 hingga menjelang pencoblosan kemarin, para tim sukses (timses) dari rumah ke rumah menyebar amplop berisi uang. Seperti yang terjadi di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, dan beberapa desa lain.

Timses dari dua calon petinggi di Desa Mantingan memberikan amplop dan kupon undian berhadiah kepada calon pemilih. Sementara satu calon lain belum ada informasi dari warga yang menerima amplop sebelum pencoblosan.

Salah satu warga, Fiana mengatakan, pada kemarin malam (16/10) satu timses mendatangi rumahnya. Memberikan tiga amplop. Ada tiga pemilih di keluarganya. Amplop itu berisi Rp 25 ribu dan kupon. Tertulis nomor undian dan jenis hadiah dicantumkan pada kupon undian itu. Hadiah yang tertera, ada kulkas, kambing, hingga sepeda motor.

Saat hari H kemarin, pukul 07.00 mash ada datang lagi timses dari calon lain. Kali ini, jumlah uang di dalam amplop sama. Juga memberikan kupon undian. Hanya, kupon itu ditempatkan di luar sebagai segel. Dari timses mengatakan hadiah utama berupa sepeda motor.

”Timses-timses itu sudah mendata dua pekan sebelum pencoblosan. Hadiah diundi kalau calon petinggi dipastikan menang,” katanya.

Saat ditanya mengenai pilihannya, ia mengaku tidak terpengaruh dengan pembagian itu. Meski menerima pemberian dari timses itu, ia memilih calon sesuai dengan pilihannya. ”Kalau pilihan kan sudah ada. Sedangkan pembagian amplop itu ya diterima saja. Mosok ditolak,” katanya.

Pembagian amplop berisi uang menjelang pilkades ini, juga terjadi di Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan. Di desa itu ada dua calon. Kedua calon itu sama-sama bukan dari incumbent. Satu calon melalui timsesnya membagikan amplop. Amplop berisi Rp 50 ribu diberikan kepada calon pemilih mulai Rabu (16/10) malam hingga dini hari. Sedangkan satu calon lain tidak menyebar amplop.

”Saya menerima amplop malam (kemarin malam, Red). Timses bilang dari calon petinggi A. Tapi dari calon lain tidak ada kabar bagi-bagi,” ujar salah satu warga berinisial HK.

Di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, ada tiga calon kades yang maju pada pemilihan kali ini. Ketiganya diduga membagikan uang kepada masyarakat. Ada yang membagikan Rp 100 ribu. Ada pula yang hingga Rp 200 ribu untuk satu orangnya.

Salah satu warga Desa Gemulung, Eli mengatakan, dia mendapatkan amplop dari ketiga calon. ”Dapat dari tiga-tiganya. Yang satu ngasih Rp 200 ribu, sementara dua lainnya masing-masing kasih amplop isi Rp 100 ribu,” katanya.

Untuk satu rumah, Eli mengaku, jika ditotal mendapatkan amplop lebih dari Rp 1 juta. Di keluarganya, ada empat orang yang memiliki hak suara. ”Masing-masing orang dapat Rp 400 ribu. Ada empat orang, jadi dapatnya Rp 1 juta lebih,” ungkapnya.

Tidak hanya di desa tersebut, bagi-bagi uang juga dilakukan di berbagai desa lain. Di Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, misalnya. Meski yang maju merupakan pasangan suami istri, namun para calon itu tetap bagi-bagi amplop.

Salah satu warga Desa Sidigede yang tak mau disebut namanya menyatakan, dia mendapat amplop dari salah satu calon. ”Dapat Rp 50 ribu. Meski suami istri tapi tetap bagi amplop,” jelasnya.

(ks/war/emy/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia