Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Keren Nih! TPS Ini Disulap Jadi Objek Wisata Demokrasi

18 Oktober 2019, 10: 36: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

UNIK: Pada Pilkades Kamis (17/10), gapura TPS Desa Tahunan didesain menarik. Dengan memberi tulisan “Selamat Datang di Obyek Wisata Demokrasi”.

UNIK: Pada Pilkades Kamis (17/10), gapura TPS Desa Tahunan didesain menarik. Dengan memberi tulisan “Selamat Datang di Obyek Wisata Demokrasi”. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

TAHUNAN, Radar Kudus – Banyak cara yang dilakukan panitia pemilihan kepala desa untuk menarik perhatian pemilih. Salah satunya di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan. Panitia membikin gapura. Bertuliskan “Selamat Datang di Obyek Wisata Demokrasi”.

Di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan memiliki pemilih yang cukup banyak. Total ada 10.022 pemilih di desa tersebut. Untuk mengakomodir banyaknya jumlah pemilih, panitia pemungutan suara membuka sembilan TPS. Lokasinya menjadi satu, yakni di Lapangan Tahunan.

Ada yang unik dari TPS tersebut, salah satunya pada gapura masuknya. Gapura masuk TPS tersebut dilengkapi dengan tulisan “Selamat Datang di Obyek Wisata Demokrasi”. Tulisan itu berhasil menyita perhatian masyarakat yang datang memilih. Banyak yang kemudian berfoto di depan gapura itu.

Afandy, panitia pemilihan kepala Desa Tahunan mengatakan, di desa setempat ada lima calon. Dari jumlah itu, satu di antaranya merupakan incumbent.

Mengenai penataan TPS sendiri, awalnya ada beberapa lokasi yang diusulkan untuk menjadi TPS. Mulai balai desa, kampus Unisnu, dan lainnya. ”Namun setelah kami survei, diputuskan kalau lokasinya di Lapangan Tahunan,” jelasnya.

Pihak panitia sengaja membuat tulisan yang cukup berbeda di gapura masuk. Dengan harapan bisa menurunkan tensi politik yang ada. ”Harapan kami masyarakat datang bukan sekadar menyampaikan hak politik. Tapi bisa berwisata demokrasi,” tuturnya.

Mengenai respon masyarakat sendiri, Afandy menyampaikan cukup bagus. ”Banyak yang berswafoto di sana. Karena selama ini mungkin belum ada yang membuat tulisan semacam itu,” tuturnya.

Untuk pelaksanaan TPS di desa tersebut, Afandy menjelaskan, ada anggaran dari pemkab Jepara. Bagi desa dengan jumlah penduduk di atas tujuh ribu, anggarannya mencapai Rp 150 juta. ”Bisa pakai dana desa. Tapi aturannya hanya untuk konsumsi,” urainya.

Salah stau warga Desa Tahunan yang mencoblos di TPS itu, Yani menyatakan, sempat kaget melihat tulisan di gapura TPS. ”Unik, belum pernah tahu. Membuat pemilih semangat sih menurut saya,” imbuhnya.

(ks/emy/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia