alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Demokrasi lewat Pemilihan Ketua OSIS

17 Oktober 2019, 14: 53: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

Tri Ismayawati, S.S.; Guru IPS SMP 4 Kudus

Tri Ismayawati, S.S.; Guru IPS SMP 4 Kudus (dok pribadi)

Share this      

NEGARA Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat seperti yang dijelaskan dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 2, bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Di mana rakyat memiliki sebuah kekuasaan yang diserahkan kepada negara untuk menjalankan fungsinya. Kedaulatan rakyat merupakan ajaran dari demokrasi, kekuasaan berada di tangan rakyat. Sehingga rakyatlah yang sepenuhnya memegang kekuasaan negara. Demokrasi dapat berjalan dengan baik jika didukung kesadaran yang memadai dari rakyat, penegakan hukum, dan infrastruktur yang baik.

Untuk menumbuhkan kesadaran demokrasi yang memadai dari rakyat termasuk generasi muda diperlukan adanya pendidikan demokrasi melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKn) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Dalam rangka memberikan pendidikan demokrasi melalui pengalaman praktis, maka untuk pemilihan ketua OSIS SMP 4 Kudus periode 2019/2020 dilakukan dengan sistem pemungutan suara oleh siswa SMP 4 Kudus. Menggunakan tata cara dan logistik seperti yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pemilihan Ketua OSIS SMP Negeri 4 Kudus dilaksanan pada Sabtu, 12 Oktober 2019. Setelah berakhirnya masa tugas pengurus OSIS periode 2018/2019. Pada kesempatan ini pemilihan ketua OSIS SMP Negeri 4 Kudus dirancang sama seperti yang dilaksanakan pada saat pemilihan umum beberapa waktu lalu. Mengusung tema tahun ini, "Pemilu Raya SMP 4 Kudus, Wujud Nyata Pendidikan Demokrasi Sejak Dini". Tujuannya adalah untuk pembelajaran kepada siswa karena realita di lapangan. Masih menggunakan sistem pencoblosan. Pelaksanaan pemilihan ketua OSIS bekerja sama  dengan KPU Kabupaten Kudus. KPU meminjamkan bilik suara, kotak suara dan kelengkapan pencoblosan mulai dari tinta, bantalan tinta dan paku pencoblosan.

Tahapan-tahapan pemilihan Ketua OSIS dimulai dari pemilihan calon ketua OSIS yang dipilih dari siswa kelas 7 dan 8, yang mempunyai kecakapan dan jiwa kepemimpinan. Bertempat di lapangan sekolah, para calon ketua OSIS menyampaikan visi dan misi untuk menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan pada masa jabatan 2019/2020 di depan seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9. Setelah itu pencocokan dan penelitian Daftar Pemilihan Tetap (DPT) dan membagikan undangan C6 untuk pelaksanaan pemungutan suara.

Pelaksanaan pemungutan suara dibagi menjadi 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diatur di lapangan sekolah. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk melaksanakan pemilihan calon ketua OSIS. Diharapkan semua siswa menggunakan hak pilihnya dengan baik, sehingga tidak ada kecurangan. Satu persatu siswa pemilih mendatangi TPS untuk mendapat kertas suara, melakukan pencoblosan. Memasukkan ke kotak suara dan satu jari ditandai dengan tinta. Kurang lebih 834 siswa telah melaksanakan hak pilihnya. Akhirnya sampai pada saat yang ditunggu yaitu penghitungan suara. Penghitungan suara juga dilaksanakan seperti Pemilu. Setiap calon mengirimkan saksi untuk memantau jalannya penghitungan suara. Pembina OSIS dan panitia pelaksanaan pemilihan ketua OSIS memastikan proses demokrasi di sekolah melalui pemilu ketua OSIS dilakukan secara Luber Jurdil (Langsung, Bersih, Rahasia, Jujur dan Adil).

Pengumuman hasil perolehan penghitungan suara pemilihan ketua OSIS disampaikan oleh pembina OSIS. Apapun hasilnya, pastilah yang terbaik untuk masa depan dan kebaikan SMP 4 Kudus.

Kegiatan pemilihan Ketua OSIS diharapkan bisa membekali siswa berupa karakter dan kecakapan untuk menjadi warga negara yang baik. Siswa menjadi tahu bagaimana prosedur pemilihan umum yang benar. Pemilihan ketua OSIS dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sportif dan bertanggung jawab serta tidak menimbulkan konflik setelah pelaksanaan pemilihan ketua OSIS. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia