Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Alumni PWU Pamerkan Karyanya di Kudus Expo

17 Oktober 2019, 09: 17: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

Alumni PWU Pamerkan Karyanya di Kudus Expo

KUDUS, Radar Kudus - Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kudus turut menyemarakkan Kudus Expo.

Lembaga ini berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UMKM (Disnakerperinkop) Kabupaten Kudus. Pameran berlangsung mulai tanggal 8 hingga 15 Oktober di Alun-alun Kabupaten Kudus.

Produk unggulan yang diikutsertakan dalam pameran adalah milik peserta pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh UPTD BLK. Beberapa produk yang dipamerkan ada bandeng presto, pempek, boneka, jus buah, sate jamur, tas sekolah, dompet, aksesoris, variasi lampu, dan teknologi sepeda motor.

Menurut kepala Disnakerperindkop dan UKM Bambang Tri Waluyo S.H., mengikuti kegiatan pameran seperti Kudus Expo sangat penting bagi pelaku UMKM. Karena bisa membantu mengenalkan produk yang mereka hasilkan ke calon pembeli. Selain itu, bisa menjajaki minat masyarakat terhadap produk tersebut.

Keuntungan lain mengikuti Expo menurut Kepala UPTD BLK Kudus Anggun Nugroho ST., MM., adalah menumbuhkan kepercayaan diri bagi peserta pelatihan kewirausahaan. "Dengan rasa percaya diri yang baik, peserta pelatihan kewirausahaan menjadi lebih kreatif juga bisa lebih inovatif," ungkapnya.

Seperti Noken As, inovasi teknologi sepeda motor yang dihasilkan oleh salah satu peserta kewirausahaan banyak diminati oleh pengunjung. Produk ini juga bisa diaplikasikan ke sepeda motor jenis apapun.

"Manfaatnya adalah mengatur durasi buka tutup klep, tinggi angkatan klep. Dengan meng-customnya di sepeda motor, akan menghasilkan performa mesin yang tangguh. Seperti mesin balap untuk Drag, Gasstrack, Trabas dan Touring. Noken As juga bisa diaplikasikan untuk penggunaan harian," jelas Ali Ridho desainer Noken As.

Produk lain yang banyak diminati adalah Bandeng Presto Rifqi. Bandeng hasil dari peserta Pelatihan Kewirausahaan yang berasal dari Langgar Dalem Kudus ini diklaim memiliki rasa yang beda dengan lainnya. "Bandeng presto yang kami hasilkan lebih kering. Tidak mblenyek atau berair. Jadi lebih tahan lama. Itu karena saya menggunakan alat presto yang sudah kami modifikasi," ungkap Rifqi pemilik produk. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia