Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Brigadir Puguh Utomo, Polisi Peduli Difabel

Tempuh 45 Km usai Bertugas, Pernah Punya Tiga Anak Angkat

16 Oktober 2019, 15: 37: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

SUKA DENGAN ANAK: Brigadir Puguh Agung Dwi Pambudi Utomo saat mengajar anak-anak difabel.

SUKA DENGAN ANAK: Brigadir Puguh Agung Dwi Pambudi Utomo saat mengajar anak-anak difabel. (DOK PRIBADI)

Share this      

Kepedulian Brigadir Puguh Agung Dwi Pambudi Utomo terhadap anak difabel membuat warga sekitar sadar akan pentingnya pendidikan anak difabel. Untuk itu, dia bersama rekannya mendirikan rumah belajar khusus anak difabel di Kecamatan Randublatung, Blora. Sekarang ada 30 anak didiknya. Mereka ada yang tunarungu, tunanetra, dan tunawicara.

SUBEKAN, Blora, Radar Kudus

PENGABDIAN dan kepedulian dilakukan anggota Satlantas Polres Blora Brigadir (Pol) Puguh Agung Dwi Pambudi Utomo kepada kaum disabilitas. Bagaimana tidak, di tengah rutinitas menjalankan kewajiban dan kesibukan sebagai abdi negara, Puguh aktif mendidik anak-anak berkebutuhan khusus (difabel).

Sudah 1,5 tahun, ia bersama rekannya mendirikan rumah difabel. Sekarang anak didiknya sudah 30 anak. Ini berkat kerja keras dan kepeduliannya selama ini.

Menurutnya, anak difabel di Kota Sate bagian selatan memang banyak tak mendapatkan akses pendidikan memadai. Terutama masih dijumpai banyak anak difabel di Kecamatan Randublantung. Selain mental juga keterbatasan fisik. Untuk itu, dia bersama rekannya mendirikan rumah belajar khusus anak difabel.

Kebetulan rekannya itu memiliki anak dengan keterbatasan mental. Dari situ, dia sepakat untuk membuka rumah belajar khusus anak difabel. ”Meski anak-anak ini sekolah, tapi tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Apalagi, di Randublatung tidak ada sekolah luar biasa (SLB). Sebaliknya, lokasinya jauh, di Kecamatan Jepon. Butuh biaya tambahan untuk mengantar ke sekolah. Anak-anak tidak mungkin dong sampai ke sana,” jelasnya.

Rumah khusus anak difabel ini, masih seadanya. Masih menggunakan rumah pribadi. Di rumah tersebut, anak-anak belajar keterampilan. ”Saya mengajarkan seni rupa, di antaranya gambar. Kalau berinteraksi harus pakai gerakan-gerakan,” ucap pria yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Jepon ini.

Puguh tidak sendiri. Dia dibantu teman dan guru yang siap menjadi relawan mengajar. Terkadang juga mendatangkan guru ajar dari Blora. ”Karena anak-anak itu kan tidak dipungut biaya,” ucap pria yang bertugas di pelayanan SIM Satlantas Polres Blora.

Usai menjalankan tugas di unit pelayanan SIM Satuan Lalu Lintas Polres Blora, Puguh langsung menuju rumah Yayasan Insan Mandiri di Kecamatan Randublatung, Blora, untuk mengajar 45 anak difable. Dia rela menempuh jarak 45 kilometer naik motor dari Blora Kota ke Randublatung untuk menyambangi rumah belajar tersebut.

Tidak hanya menjadi relawan, ternyata anggota satlantas ini juga menjadi pelopor berdirinya Yayasan Insan Mandiri yang ada di tiga kecamatan di Blora bagian selatan. Meliputi Kecamatan Randublatung, Kedungtuban, dan Kradenan. Puguh berjuang bersama Hariyanto, pemilik yayasan.

Dia mengaku, anak-anak binaannya awalnya takut dengan polisi. Namun, anak-anak difabel itu akhirnya menerima Brigadir Puguh menjadi sosok polisi sahabat anak dan mau belajar bersama.

Dengan fasilitas dan dana yang minim, Brigadir Puguh rela mengeluarkan uang pribadinya untuk keberlangsungan pendidikan bagi anak difabel. Menurutnya, anak-anak difabel memiliki hak yang sama di dunia pendidikan, demi masa depan mereka. ”Kami bermimpi, kelak ada banyak lagi yang ikhlas membantu kaum disabilitas,”jelasnya.

Meski begitu, dengan keterbatasan bukan berarti anak didiknya yang memiliki keterbatasan fisik itu hanya biasa-biasa saja. Baru-baru ini, ada yang mendapat juara menggambar.

Untuk mendirikan rumah difabel ini, banyak menemui rintangan. Awalnya banyak tetangga yang mengejeknya. Karena mengurus pendirian rumah belajar untuk anak difabel.

Namun cemoohan itu ia abaikan. Sebab, dia memang menyukai dan peduli dengan dunia anak-anak. Bahkan sejak lama, dia sudah mengasuh anak-anak tidak mampu. Selain punya dua anak kandung, dulu dia juga punya tiga anak angkat. Namun, kini Puguh hanya memiliki satu anak angkat.

Berkat kepedulian itu, dia memperoleh penghargaan khusus dari Kapolres Blora AKBP Antonius Anang. Penyerahan penghargaan dalam tasyakuran HUT ke-64 Korp Lalu Lintas itu, juga cukup menarik digelar di halaman Pasar Rakyat Sido Makmur, kawasan Gabus, Blora. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia