Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Biro Wisata Keluhkan Fasilitas di Legon Bajak

16 Oktober 2019, 14: 40: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANI: Kapal Express Bahari 6F melayani penyeberangan Jepara menuju Karimunjawa dan sebaliknya belum lama ini.

LAYANI: Kapal Express Bahari 6F melayani penyeberangan Jepara menuju Karimunjawa dan sebaliknya belum lama ini. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Dermaga Legon Bajak di Kecamatan Kemojan saat ini sudah dimanfaatkan untuk sandar kapal. Kapal Express Bahari 6F yang baru beroperasi pekan lalu sandar di dermaga tersebut. Pemerintah Desa Kemojan dan masyarakat setempat menyambut baik dermaga itu dimanfaatkan. Tapi kondisi berbeda dirasakan wisatawan. Kondisi sekitar dermaga Legon Bajak belum siap menerima wisatawan. Lantaran fasilitas yang tak memadai.

Pada akhir pekan lalu KMC Express Bahari 6F berangkat dari Jepara menuju Karimunjawa dan sandar di dermaga tersebut. Sementara pagi kemarin, kapal kembali ke Jepara dari dermaga yang sama.

Terkait dengan sandarnya kapal di Dermaga Legon Bajak Karimunjawa, dibenarkan pihak KMC Express Bahari Jepara. Kepala Express Bahari Jepara, Samsi menyatakan, kapal sandar di Dermaga Legon Bajak dan kemarin kembali ke Jepara dari dermaga tersebut. “Iya hari ini (kemarin) keberangkatan dari Legon Bajak,” katanya.

Salah satu warga setempat, memberi dampak positif bagi masyarakat, kami memang sudah lama menunggu hal ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Bambang yang juga merupakan BPD Desa Kemojan tersebut menyatakan, sarana untuk kapal sangat memadai karena untuk Kapal Pelni pun sudah bisa.

Sementara untuk pariwisata, ada beberapa resort yang dikelola oleh investor dan yang dikelola oleh warga setempat. “Ada hotel sekelas bintang tiga juga,” tuturnya.

Untuk objek wisata sendiri, cukup lengkap. “Ada banyak objek wisata di wilayah Kemojan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai transportasi dari Kemojan menuju Karimunjawa, Bambang menuturkan, di Kemujan ada bandara aktif. Jadi untuk transportasi ke Karimunjawa bisa dikatakan aman. “Harapan kami dengan adanya kapal sandar di wilayah Kemojan kedepannya wisata Kecamatan Karimunjawa bisa merata,” tuturnya.

Sementara itu para pelaku biro wisata Karimunjawa yang tergabung dalam Paguyuban Biro Wisata Jepara (PBWJ) merespon berbeda. Ketua PBWJ, Sholachuddin mengatakan, para pelaku wisata menilai kondisi di Kecamatan Kemojan belum sepenuhnya tertata sehingga menyulitkan para pelaku wisata untuk melayani wisatawan.

Mengenai kondisi Dermaga Legon Bajak sendiri, jaraknya jauh dari pusat Karimunjawa. Sekitar 35 menit perjalanan dari Kemojan ke Karimunjawa. Sehingga memberi dampak pada pelaku biro wisata Karimunjawa. ”Banyak tamu kalau menginap di daerah Kemojan mengeluh tentang sinyal. Tidak ada warung makan dan lainnya. Akhirnya minta pindah ke kota Karimunjawa,” jelasnya.

Sholachuddin menyampaikan, sebenarnya pihaknya memahami upaya pemerataan pariwisata di seluruh Pulau Karimunjawa. Namun menurutnya banyak yang perlu dipertimbangkan. ”Infrastruktur dan sarana pendukungnya harus ditata terlebih dahulu,” jelasnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia