Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Petani Tembakau Rata-rata Terima Rp 50 Juta dari Hasil Penjualan

16 Oktober 2019, 11: 39: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK KUALITAS: Tim pengcek kualitas tembakau melihat hasil panen Rembang yang ditampung gudang PT Sadhana di Jalan Rembang-Blora. Per ha petani berhasil menerima Rp 50 juta.

CEK KUALITAS: Tim pengcek kualitas tembakau melihat hasil panen Rembang yang ditampung gudang PT Sadhana di Jalan Rembang-Blora. Per ha petani berhasil menerima Rp 50 juta. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Sektor perkebunan di Kota Garam benar-benar menggiurkan. Salah satunya dari sektor tembakau. Hal ini terlihat selama sebulan terakhir ini, para petani rata-rata mendapatkan uang sampai Rp 50 juta dari hasil penjualan PT Sadhana.

Hal tersebut diamini Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Suratmin melalui Kabid Perkebunan, Ika Himawan Affandi. Menurutnya saat ini masih proses penjualan ke gudang Sadhana, Kemadu, Kecamatan Sulang. Hal ini dilakukan sejak awal September.

”Awal bulan ini penjualan ke gudang berjalan. Kondisi kualitasnya bagus. Mirip dengan tahun 2018, hanya produksinya agak berkurang dikarenakan panas tinggi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (27/9).

Terkait harga dikatakan Ika sudah ditentukan PT. Sadhana. Termasuk dari sisi kuota yang ditentukan bagi petani mitra. Misalnya satu hektare. Petani akan diberikan bar-code. Sehingga saat menjual lebih banyak tidak bisa.

Artinya sudah mempunyai kouta masing-masing. Digambarkan lebih detail satu ha atau setara tonase 2 ton rajang kering. Mengenai harga rata-rata Rp 25 ribu./kg. Sebaliknya untuk daun bawah Rp 20-22 ribu dan daun atas Rp 30-35 ribu/kg.

”Kalau dipukul rata petani dapat Rp 50 juta/ha. Ini untuk satu kali penjualan tembakau musim tahun ini,” terangnya.

Lalu bagaimana dengan gambaran keuntungannya. Disampaikan Ika satu ha lahan tembakau biayanya sampai Rp 25-30 juta. Itu bagi petani yang sudah lanjut. Beda dengan petani pemula masih membutuhkan banyak peralatan.

“Peralatan ini bisa mesin perajang dan lain-lain. Namun lepas peralatanan penunjang yang harus dipenuhi pastinya lebih menguntungkan. Inilah yang membuat tertarik masyarakat menjadi petani tembakau,” ujarnya.

 Untuk sekadar diketahui pengembangan tembakau Rembang meningkat pesat. Hal ini dapat terlihat dalam masa pembelian yang dilakukan PT. Sadhana tahun lalu. Omzet yang dicapai sektor ini cukup menggiurkan.

Karena setiap hari tidak kurang Rp 4-5 Miliar dikeluarkan. Jadi dapat dibayangkan selama masa kerja PT Sadhana. Dalam kurun penjualan sampai 60 hari. Dengan kapasitas yang diperoleh dari petani sebesar 100 sampai 150 ton/hari.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia