Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Alokasikan Rp 100 Miliar untuk Tunjang Program River Tourism

15 Oktober 2019, 15: 03: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

NORMALISASI: Para pekerja terlihat masih melakukan pengerjaan pengerukan menggunakan alat berat di Sungai Gelis kemarin.

NORMALISASI: Para pekerja terlihat masih melakukan pengerjaan pengerukan menggunakan alat berat di Sungai Gelis kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan normalisasi Sungai Gelis yang berada di Jalan Sunan Kudus dan Desa Ploso. Pekerjaan ini sudah dimulai sejak awal September lalu. Ditargetkan bakal rampung akhir tahun ini. Normalisasi ini dilakukan untuk menunjang program river tourism.

Project Manager dari PT Arkindo Hardy A. mengatakan, saat ini progres pengerjaan sudah berjalan sekitar 22 persen. Dalam pengerjaan proyek ini, pihaknya melibatkan sekitar 40 pekerja setiap harinya. ”Kami harap bisa selesai sesuai target yakni 180 hari kerja,” katanya.

Untuk normalisasi Sungai Gelis ini, pekerjaan yang dilakukan yakni pembuatan galian alur sungai dan pemasangan tebing pelindung alur sungai. Pihaknya membagi tiga segmen pengerjaan. Pada segmen 1 yang berada di sebelah utara jembatan pemasangan tebing pelindung dilakukan 128 meter pada sebelah kiri dan 75 meter pada sebelah kanan.

Untuk segmen 2 yakni berlokasi di sebeleh selatan jembatan. Pada bagian kiri dilakukan pemasangan tebing pelindung alur sungai 62 meter pada sebelah kiri dan 44 meter untuk bagian kanan. Sementara pada segmen 3 yang berlokasi di dekat Jembatan Ploso dilakukan pemasangan sepanjang 28 meter.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno mengatakan, penataan alur Sungai Gelis diguyur Rp 100 miliar. Alokasi tersebut dari anggaran pemerintah pusat. Anggaran pemerintah pusat yang diperuntukkan untuk revitalisasi Sungai Gelis akan diarahkan untuk program river tourism. ”Akan ditata dari utara ke selatan,” katanya.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, penataan awal bantaran Sungai Gelis sudah mulai dilakukan. Pada tahap awal ini pihaknya menganggarkan sekitar Rp 10 miliar. Melalui dukungan pemerintah pusat, Pemkab secara bertahap akan menata alur Sungai Gelis dari hulu ke hilir.

”Untuk antisipasi risiko banjir dan tindak lanjut pengembangan river tourism,” tutupnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia