Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Siswi SMAN 1 Lasem, Juara I LKTI Nasional

Menjerit saat Pesawat Take Off, Bacakan Puisi untuk Dewan Juri

15 Oktober 2019, 14: 27: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Siti Puput Nur Hidayah dan Selviyana Maulani berhasil menjuarai lomba karya ilmiah pelajar tingkat nasional belum lama ini.

KOMPAK: Siti Puput Nur Hidayah dan Selviyana Maulani berhasil menjuarai lomba karya ilmiah pelajar tingkat nasional belum lama ini. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Siti Puput Nur Hidayah dan Selviyana Maulani berhasil merebut juara I lomba karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Mulai menjerit di pesawat hingga baca puisi sebelum presentasi. 

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Rembang, Radar Kudus

SITI Puput Nur Hidayah merasa takjub. Ketika melihat arsitektur melayu yang menghiasi tata kota Pekanbaru, Riau. Saat ia bersana Silviana, kawannya itu bertandang ke bumi Melayu. Untuk presentasi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingakat nasional yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Siswi-siswi SMAN 1 Lasem itu menceritakan pengalaman itu kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sebelumnya, mereka telah melakukan penelitian sendiri. Siti menelito stasiun Lasem. Sementara Selviyana disibukkan dengan penelitian tentang situs Goa Tinata.

Selviyana sendiri, pernah ikut lomba tingkat Jawa Tengah. Dengan membuat penelitian tentang situs Goa Tinata. Yang ada di Lasem itu. Tetapi tidak lolos. Setelah itu, ia mendengar. Ada kawan satu sekolahnya yang membuat penelitian tentang stasiun Lasem. Yang rencananya diajukan dalam lomba tingkat nasional. Ia pun merasa tertarik.

"Saya juga pingin nyari pengalaman," ujar perempuan kelahiran 24 Mei 2002 itu.

Stasiun Lasem sebelumnya sudah diteliti oleh siti. Berbagai persiapan pun dilakukan. Mereka mengikuti berbagai proses bimbingan. Bahkan, pembimbingnya lebih dari satu. Ada dari substansi materi, kebahasaan, hingga presentasi. Mereka juga mengikuti seleksi online dua kali.

Dengan hadirnya Selviyana Maulani ini, proyek penelitian tentang Stasiun Lasem mengalami perubahan. Dengan menambah angle dari generasi muda. Dengan menambah vidio dan postingan di Instagram. Usaha mereka berhasil. Mereka mendapatkan undangan untuk presentasi di Pekanbaru, Riau. Kabar itu mendapatkan respons yang baik dari sekolah.

"Langsung dijawab pembimbing. Ya, diberangkatkan," ungkap Siti

Siti dan Selvia lalu bertolak ke bumi yang kental dengan logat melayu itu. Menyeberang lautan. Melintasi angkasa. Lewat kapal udara. Yang merupakan pengalaman perdana mereka.

Namanya pengalaman perdana, tentunya ada pengalaman unik. Seperti Siti, yang langsung terpingkal. Ketika mendapatkan pertanyaan bagaimana pengalaman terbang pertama?.

"Takeoff keberangkatan yang pertama itu saya menjerit. Sampai penumpang lain memperhatikan saya hahaha," siswi kelahiran 4 April 2002 itu dengan terpingkal.

"Saya itu takut. Dari awal sudah kaya jet coster. Itu refleks spontan," imbuhnya. Ia pun merekam pengalaman itu. Karena masih merasa tak percaya bisa naik pesawat. Pengalaman ini belum pernah diceritakan kepada guru pembimbing.

Hal ini berbeda dengan Silviana. Meskipun pertama kali terbang, ia merasa biasa saja. Pengalamannya mengikuti lomba  itu membuat tantenya menangis. Terharu. Karena bisa ikut berlomba.

Sampai di Riau mereka mendapat urutan tampil nomor 1. Mereka mengguncah perhatian juri dengan membacakan puisi sebelum tampil. Kata Siti, para juri memberikan komentar sanjungan.

"10 menit presentasi. 15 menit tanya jawab," jelas Silviana. Presentasi mereka dilihat oleh peserta yang hadir se-Indonesia.

Ya, mereka pun memboyong piala juara I. Ke depan berencana untuk membuat komunitas remaja yang sadar akan cagar budaya. Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda. Saat ini sudah ada beberapa anggota. Yang masih pelajar. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia