Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Temukan Balita Gizi Buruk Tak Kantongi BPJS, Wabup Lakukan Ini

15 Oktober 2019, 12: 21: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

TEMUI KELUARGA PASIEN: Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengecek langsung kondisi balita gizi buruk M. Amirudin di RSUD dr R. Seotrasno Rembang.

TEMUI KELUARGA PASIEN: Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengecek langsung kondisi balita gizi buruk M. Amirudin di RSUD dr R. Seotrasno Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto merasa Kesedihan dirasakan mendalam oleh Ulin Niam, warga Sedan, RT 01, RW 06, Kecamatan Sedan. Ini karena anak keduanya yang bernama M. Amirudin, 1,1 tahun, mengalami penyakit komplikasi dan gizi buruk. Ironisnya orang tuanya tidak miliki BPJS.

Sebelum di rawat di RSUD dr. R Soetrasno, balita sempat dirawat dari puskesmas setempat selama lima hari. Namun tak kunjung ada perkembangan hingga akhirnya di bawa ke RSUD dengan kondisi masih kritis. Masalah muncul dari sisi biaya. Karena orang tuanya hanya buruh dan tinggal juga masih numpang orang tua.

Kabar ini sempat mengemuka. Bahkan didengar dan diterima langsung dari Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto. Info ini masuk dari pesan singkat WA istrinya Vivit Dinarini Atnasari. Kondisi ini mengundang perhatiannya langsung ke lapangan.

Saat dikonfirmasi Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengakui adanya kabar warganya yang alami komplikasi dan gizi buruk. Dirinya begitu tersentuh. Bahkan ikut menangisi yang diderita warganya tersebut.

”Saya dapat merasakan langsung. Apalagi saya sama-sama memiliki anak seusia Amirudin. Saya, langsung ke RSUD setelah usai dikabari istri,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (14/10).

Pihaknya mengaku cukup prihatin lantaran si balita sudah kritis dan banyak mengelurkan darah dari telinga. Di sisi lain orang tuanya tak terfasilitasi BPJS. Untuk itu pihaknya langung meminta Direktur RSUD dr. R Soetrasno dr. Agus Setiyohadi dan Kepala Dinkes Ali Syofi’i untuk menindaklanjuti untuk memberikan pertolongan pada keluarga Ulin Niam.

“Kami sudah berikan desposisi. Untuk segera dilakukan tindakan, termasuk proses percepatan BPJS. Orang tuanya jelas menangis. Profesinya hanya tenaga tukang dan perantauan. Saya putuskan yang mempertanggungjawabkan melakukan tindakan,” terangnya.

Pihaknya berharap kejadian yang dialami oleh keluarga Ulin Niam tak menimpa warga yang lain. “Semoga Amirudin dapat segera membaik. Kami imbau warga bisa mengurus BPJS agar jika ada anggotanya keluarga yang sakit tak kebingungan,” imbunya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia