Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Pembangunan Revitalisasi Simpang Lima dalam Tahap Pengecatan

15 Oktober 2019, 10: 40: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

MULAI DICAT: Menara PDAM tinggal proses pengecatan. Warna merah akan mendominasi bangunan.

MULAI DICAT: Menara PDAM tinggal proses pengecatan. Warna merah akan mendominasi bangunan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Progres revitalisasi Simpang Lima Purwodadi sudah mencapai 71 persen. Ditargetkan pekerjaan akan rampung pada 19 Oktober, lebih awal dari target pada November mendatang. Saat ini pembangunan sudah pada tahap pengecetan. Menara PDAM yang awalnya berwarna biru akan dicat warna merah dan biru. Namun, warna merah tetap mendominasi. Taman juga sudah diberi warna merah hingga berbagai motif yang berbeda di setiap taman.

Pelaksana Lapangan CV Bella Harsono mengatakan, pekan ke-19 hanya ada beberapa pekerjaan yang belum dikerjakan seperti pintu masuk ke simpang lima, pompa untuk menyiram tanaman belum datang, gravel di sekitar akses masuk, hingga tanaman di taman C.

”Untuk rumput jepang, swiss dan gajah mini hingga pohon besar seperti ketapan kencana, bungur sudah ditanam. Karena ini masih memasuki musim kemarau kendalanya hanya di air saja. Harus rajin-rajin menyiram. Namun, sampai saat ini tanaman mulai tumbuh,” ujarnya.

Sedangkan, lampu Simpang Lima sudah dipasang. Sudah dilakukan uji coba, tinggal penunggu pemograman saja. Ada 24 lampu sorot yang menyebar di bawah menara.

”Ada tiga sudut yang diberi lampu. Sisi bawah bagian atas akan diberi delapan lampu dengan 156 watt dengan warna-warna yang berbeda. Kemudian di bawahnya akan diberi delapan lampu sorot untuk memantulkan cahaya dari lampu yang 156 watt tersebut. Di paling bawah akan diberi delapan lampu sorot untuk memantulkan pencahayaan ke menara yang paling atas,” katanya.

Selain itu, perlintasan jogging track yang gravel tanahnya telah rampung dipadatkan. Lintasan lari ini memiliki tinggi 10 cm. Dengan berbagai lapisan antara lain rabat beton, pembesian, gravel dari pecahan genteng, campuran gamping, dan gravel lagi. Serta dilengkapi tempat untuk mengurangi genangan air ketika permukaan basah akibat hujan.

Taman C yang merupakan gardu pandang sekaligus toilet yang ada di sebelah barat juga hampir rampung. Tinggal finishing dan penanaman berbagai tanaman.

”Ini bisa menjadi tempat untuk bersantai karena bisa dijadikan gardu pandang. Bangunan tersebut memiliki tinggi sekitar 3,5 meter. Meski begitu, tempat itu tidak diperbolehkan untuk pergelaran acara. Rencananya setelah rampung, Simpang Lima akan dibuka pada akhir tahun atau jelang tahun baru,” pungkasnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia