Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Cuitan

Ambyar Lagi Bersama Kapolda dan Pangdam

14 Oktober 2019, 12: 27: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (radar kudus)

Share this      

MINGGU kemarin saya betul-betul ambyar. Bukan hanya sekali. Tapi, berkali-kali. Itu karena Kapolda Jateng Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel Msi. Puncaknya ketika launching pelayanan publik terintegrasi online Jogo Wargo Jogo Negoro di Simpang Lima Semarang kemarin.

Peluncuran itu heboh. Semua pejabat polda dan kapolres hadir. Juga Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.Sos. Menampilkan Didi Kempot, penyanyi yang belakangan naik daun. Tarifnya melambung hingga kabarnya tembus Rp 100 juta. Lapangan Simpang Lima penuh sabahat ambyar. Ini penampilan Didi Kempot kali kedua di Simpang Lima yang diprakarsai kapolda. Sebelumnya 8 September. Dihadiri pangdam dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Kapolda mengajak saya berjoget Aster. Seumur-umur belum pernah melakukannya. Di samping kapolda dan pangdam lagi. Disaksikan puluhan ribu orang. Goyangan jadi kacau. Bukan lagi joget aster. Tapi, joget ambyar. Malah sering berubah jadi dangdutan.

Nyali saya menguat ketika diajak berjoget mengiringi Didi Kempot bernyanyi. Apalagi lagunya pamer bojo. Saya semangat meskipun belum beristri (lagi). Pangdam, semua pejabat polda, para kapolres, dan undangan VIP lainnya juga diajak ke panggung. Kapolda luar biasa. Terus menyapa penonton. Menyalaminya. Bergerak dari tribun VIP ke panggung utama. Berfoto-foto juga. Di situ beliau menunjukkan kesetaraan. Sampai acaranya berakhir.

Nyaris saya tidak bisa mendapat kesempatan itu. Kabarnya mendadak. Sehari sebelumnya. Ketika di Kudus dalam perjalanan pulang ke Sidoarjo, Jatim. Karena yang mengundang kapolda saya langsung balik kanan. Menuju Semarang. Di kantor Radar Semarang sudah tersedia undangannya. Kaosnya dikirim dini hari. Di lokasi masih diberi lagi. Dua kali. Saya datang bersama Pemimpin Redaksi Radar Semarang Arif Riyanto.

Yang tidak saya duga, begitu sampai di tribun VIP pukul 05.58, kapolda menyambut dengan pelukan. Tidak sekadar gundang-gundangan atau cipika-cipiki. “Selamat ulang tahun, komandan,” katanya berbisik di telinga saya. Saya belingsatan. Salah tingkah. Nyaris tak bisa berkata-kata di tengah para undangan. Ulang tahun saya sudah kelewat, 10 Oktober lalu.

Saya merasa ucapan ulang tahun itu luar biasa. Ini yang menjadikan saya ambyar lagi. Betapa seorang kapolda memberikan perhatian kepada rakyatnya begitu besar. Saya betul-betul takdzim kepada beliau. Seorang pejabat yang alim. Cinta akhirat. Yang rendah hati. Selalu mengedepankan nurani. Kata sebuah hadis, inilah pejabat yang disenangi Allah.

Kapolda memberikan ucapan selamat ulang tahun dengan empat versi. Tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Lewat sambungan telepon, pesan WA, karangan bunga, dan pelukan langsung. Meneleponnya pukul 04.17 di hari kelahiran saya. Itu berarti menjelang salat subuh (Hari itu subuh pkl 04.18). Saat itu saya malah baru membuka kemul sarung. Maaf.

Pesan WA dikirim setelah salat subuh. Pukul 05.01. Bahasanya bagus. Campuran Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. “Kami menghaturkan selamat ulang tahun. Happy yaumil milad. Baarokallahu fii umrik.  Semoga Bapak selalu sehat, panjang umur yang barokah, dan bahagia di dunia dan akhirat.”

Hari itu saya di Kudus. Berziarah di makam kedua orang tua. Sambil bernostalgia di rumah kelahiran. Setelah ngantor di Radar Kudus sebentar, baru bergeser ke Semarang. Naik motor. Untuk memastikan dalam kondisi sehat di umur 59 tahun. Itulah yang saya syukuri.

Sehari sebelumnya juga bermotor. Ke Kendal. Bersilaturrahim dengan Bupati Mirna Annisa. Sebelumnya lagi ke Temanggung. Pulangnya mampir di Ungaran nyambangi wartawan Maria yang baru ditugaskan di sana. Memastikan dia kerasan. Sambil merasakan seberapa berat tugasnya yang sementara dilajo dari Semarang dengan motor.

Begitu tiba di kantor Radar Semarang Kamis sore, bunga kiriman kapolda juga datang. Para manajer, kepala biro, dan redaktur yang sedang rapat langsung bubar. Lagu selamat ulang tahun mengalun. Ada bunga dari kapolda, nasi tumpeng, kue tart, dan rujak. Juga berbagai ucapan selamat lewat video. Termasuk dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Salatiga H Yulianto SH MM, Wakil Wali Kota Salatiga Mohammad Haris SS, Msi, dan Wakil Bupati Blora H Arief Rohman Msi.

Ulang tahun di Radar Semarang berlanjut hari berikutnya di Radar Kudus Jumat, 11 Oktober. Kemeriahannya sama. Malam sebelumnya Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiahi kue tart. Ketika kami bersama seluruh manajer dan redaktur Radar Kudus ngopi bareng di roof top Hotel Safin Pati. Anak-anak saya malah baru memberi ucapan lewat pesan WA. Maklum, sampai tulisan ini dibuat saya belum pulang. Terima kasih semuanya. (hq@jawapos.co.id)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia