Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Alasan Berobat, Wanita Ini Tilep Dana Simpan Pinjam Rp 260 Juta

12 Oktober 2019, 16: 22: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

MENYESAL: Titik Sholihatin, tersangka kasus penggelapan dana simpan pinjam perempuan di UPK Syech Jangkung Kayen saat ditanyai Kapolres Pati AKBP Jon Weslyb Arianto kemarin.

MENYESAL: Titik Sholihatin, tersangka kasus penggelapan dana simpan pinjam perempuan di UPK Syech Jangkung Kayen saat ditanyai Kapolres Pati AKBP Jon Weslyb Arianto kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Polres Pati akhirnya meringkus Titik Sholihatin, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, Pati. Perempuan 36 tahun itu, menilap uang simpan pinjam perempuan (SPP) di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Syech Jangkung Kayen pada 2014 lalu. Aksinya itu, menyebabkan kerugian negara senilai Rp 260 juta. Uang tersebut diakuinya untuk berobat.

Saat gelar kasus di Mapolres Pati kemarin, Titik mengaku menyesal. Ia menggunakan uang anggotanya di SPP. Dirinya sendiri merupakan ketua kelompok SPP di desanya yang telah melakukan pinjaman di UPK Syech Jangkung Kayen. Uang yang digunakan itu, merupakan uang angsuran dari kelompoknya yang tidak disetorkan tersangka ke UPK pada 2014-2015 lalu.

Titik mengaku, pada 2016 lalu sempat mempunyai iktikad baik mengangsur uang itu Rp 50 juta. Lalu, setelah itu dirinya ke Jakarta untuk membuka warung Tegal (warteg) selama setahun. Namun, tak kunjung menyetor uang lagi. Hingga akhirnya Polres Pati meringkusnya di Jakarta Oktober ini.

”Saya sempat mengembalikan uang Rp 50 juta ke UPK. Tapi, hingga saat ini tidak bisa menyicil lagi, karena keadaan. Uang itu saya gunakan untuk berobat penyakit saya, infeksi benang saraf. Jadi, sejak 2014 uang itu sedikit demi sedikit untuk saya berobat. Yang saya gunakan hanya Rp 132 juta. Selebihnya sudah dikembalikan,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menjelaskan, tersangka dijerat tindak pidana korupsi berupa penggunaan dana SPP di UPK Syech Jangkung Kayen sesuai Pasal 2 UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan UU RI 20/2011.  Tersangka menyelewengkan dana UPK dan digunakan secara pribadi. Tersangka diancam dengan kurungan penjara paling lama 20 tahun.

Kapolres mengungkapkan, penyelewengan dana itu terjadi pada Agustus 2014 hingga Januari 2015. Modusnya, tersangka menginventarisasi beberapa nama dan KTP anggotanya untuk mengajukan pinjaman ke UPK. Setelah pinjaman cair, kemudian dibawa kabur. Tersangka pun tidak melakukan pembayaran ke UPK. Pengawas UPK lantas mengonfirmasi kepada pemilik KTP dari anggota tersangka yang digunakan meminjam uang ke UPK.

”KTP itu ternyata milik orang yang pernah pinjam ke UPK dan sudah lunas. Namun oleh tersangka, KTP itu digunakan lagi untuk meminjam uang tanpa sepengetahuan pemilik KTP. Adanya kasus itu, membuat UPK melakukan mediasi. Namun, tidak ada titik temu. Hingga akhirnya atas kesepakatan berbagai pihak, melaporkan yang bersangkutan ke Polres Pati,” katanya.

Total kerugian yang dialami UPK Syech Jangkung atau yang dialami negara mencapai Rp 260 juta. ”Polisi meringkus tersangka di Jakarta. Barang bukti yang kami amankan ada satu bendel dokumen pengajuan, pencairan, dan uang tunai Rp 50 juta,” imbuhnya.

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia