Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

IAIN Kudus Gelar Seminar Hadirkan Dosen Al-Azhar University Mesir

12 Oktober 2019, 15: 53: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMINAR INTERNASIONAL: Syaikh Dr. Muhammad Husaini Al-Farag dari Al-Azhar University Cairo memberikan penjelasan pada International Conference ”Islam In Disruption Era: Oportunities And Challenges” yang digelar Pascasarjana IAIN Kudus.

SEMINAR INTERNASIONAL: Syaikh Dr. Muhammad Husaini Al-Farag dari Al-Azhar University Cairo memberikan penjelasan pada International Conference ”Islam In Disruption Era: Oportunities And Challenges” yang digelar Pascasarjana IAIN Kudus. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Pascasarjana Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus menggelar seminar internasional (8/10) lalu. Acara bertajuk Islam In Disruption Era: Oportunities And Challenges ini, menghadirkan narasumber dari Al-Azhar University Cairo Syaikh Dr. Muhammad Husaini Al-Farag.

Selain itu, acara yang digelar di aula SBSB Tarbiyah lantai II ini, juga menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai universitas. Seperti Prof. Asfa Widiyanto, M.A., Ph.D. (guru besar IAIN Salatiga), Dr. H. Muh. Saerazi Dimyati, Lc, M.Ed (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Dra. Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib., M.LIB., Ph.D. (UIN Sunan Ampel Surabaya).

Ketua panitia sekaligus Direktur Pascasarjana IAIN Kudus Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc, M.Si mengatakan, acara ini digelar untuk menjembatani seluruh civitas akdemika, baik dosen maupun mahasiswa dalam mengahadapi tantangan era disrupsi. ”Saat ini kita mengalami dua disrupsi yang luar biasa. Yaitu bidang teknologi karena revolusi industri 4.0 dan gaya hidup karena adanya perubahan generasi yang menyebabkan perubahan gaya hidup,” tuturnya.

Dikatakan, perubahan ini menimbulkan dampak pada generasi milenial yang memiliki jiwa wirausaha tinggi, namun lemah dalam eksekusi. Menanggapi hal ini, Syaikh Dr. Muhammad Husaini Al-Farag menekankan, bahwa dalam menghadapi era disrupsi, seorang muslim  harus berpegang pada nilai-nilai agama. ”Agamalah yang menjadi benteng dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Sementara itu, menurut Dr. H. Muh. Saerazi Dimyati, Lc, M.Ed, saat ini terjadi perubahan dalam dunia pendidikan. Fungsi dosen telah mengalami pergeseran. Pada zaman sekarang dosen tak hanya mengajarkan materi pembelajaran. Melainkan harus mengajarkan nilai-nilai, etika, budaya, kebijaksanaan, dan pengalaman. ”Nilai-nilai itulah yang tak dapat diajarkan Google atau mesin pencari,” imbuhnya.

Guru Besar IAIN Salatiga Prof. Asfa Widiyanto, M.A., Ph.D. sepakat dengan hal ini. Menurutnya, mahasiswa saat ini dapat dengan mudah mendapatkan materi kuliah di internet. Mungkin lebih lengkap dari materi yang disampaikan di kelas.

Dra. Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib., M.LIB., Ph.D. menambahkan, dosen saat ini juga mudah mendapatkan sekaligus menyampaikan materi ajarnya secara online. Kini, kelas menjadi rombongan belajar yang terhimpun dalam grup-grup Whatsapp (WA). Guru dan dosen dengan mudah menyampaikan materi melalui media tersebut. Bisa juga dengan kelas online atau kuliah online.

”Jarak bukan masalah. Dulu, mencari referensi, artikel, buku, atau jurnal harus ke perpustakaan atau toko buku. Sekarang big data atau mahadata telah menyajikan semuanya” ujarnya.

Acara yang diikuti sekitar 165 peserta ini, dibuka Wakil Rektor I IAIN Kudus Dr. H. Supaat, M.Pd. Peserta berasal dari mahasiswa pascasarjana dan dosen IAIN Kudus. 

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia