Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Jelang Pilkades, Pemkab Larang Cakades Mengundurkan Diri

12 Oktober 2019, 12: 20: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

Jelang Pilkades, Pemkab Larang Cakades Mengundurkan Diri

KOTA, Radar Kudus – Menjelang Pilkades serentak, Pemkab Kudus mengeluarkan ketentuan untuk melarang Calon Kades (Cakades) mengundurkan diri. Selain itu panitia Pilkades juga dilarang menarik uang jaminan dengan alasan apapun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus Adi Sadhono Muwanto menyatakan, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor 2 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2017, calon kades yang sudah ditetapkan tidak diperbolehkan mengundurkan diri dengan alasan apapun.

”Sesuai aturan, setiap calon dilarang mengundurkan diri setelah penetapan. Pemkab pun sudah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades. Jadi tidak ada alasan lagi ada penarikan uang jaminan,” kata Adi.

Terkait uang jaminan, Adi menjelaskan, pada Pilkades tahun-tahun lalu, penarikan uang jaminan sempat menjadi hal yang lumrah. Uang jaminan tersebut biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan antara calon kades dan panitia. Setiap calon kades yang mendaftar, terkadang diwajidkan membayar belasan hingga puluhan juta sebagai jaminan calon kades tersebut agar tidak mundur saat tahapan masih berlangsung.

Uang jaminan tersebut biasanya akan menjadi hak panitia Pilkades jika calon kades tersebut mengundurkan diri. Sementara jika calon kades tidak mengundurkan diri, uang tersebut akan dikembalikan utuh oleh panitia pilkades.

Namun itu dulu, Adi secara tegas melarang penarikan uang jaminan dengan alasan apapun. Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga melarang panitia pilkades jika ingin memberi iming-iming apapun untuk menarik pemilih datang mencoblos. Sebab, tak jarang panitia menyediakan hadiah-hadiah untuk menarik pemilih untuk datang mencoblos.

Berdasarkan peraturan yang sama, Pemkab Kudus telah menggelontorkan dana sebesar Rp 9,280 miliar untuk menyelenggarakan Pilkades serentak tahun ini. Untuk itu, tidak ada alasan apapun yang bisa diterima jika ada panitia yang melakukan transaksi apa saja di luar anggaran yang telah ditentukan.

Tahun ini, Pilkades dilakukan serentak di 116 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Yakni di Kaliwungu terdapat 15 desa, Kecamatan Kota Kudus sebanyak 14 desa, dan Kecamatan Jati ada 13 desa.

Sementara itu, di kecamatan Mejobo terdapat delapan desa, Kecamatan Undaan sebanyak 16 desa, Kecamatan Bae 10 desa, Kecamatan Jekulo 12 desa, Kecamatan gebog 10 desa, dan Kecamatan Dawe sebanyak 18 desa. (qih)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia