Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Habiskan Anggaran Rp 4,9 Miliar, Taman Kuliner Rampung Sepekan Lagi

12 Oktober 2019, 10: 53: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

KULINER: Taman kuliner yang dibangun di depan DLH Grobogan akan rampung 19 Oktober ini.

KULINER: Taman kuliner yang dibangun di depan DLH Grobogan akan rampung 19 Oktober ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, Radar Kudus - Pengerjaan pembangunan taman kuliner yang berada di depan Taman Hijau Kota Purwodadi hampir rampung. Kini pengerjaannya telah berjalan 90 persen. Ditargetkan pada 19 Oktober mendatang taman kuliner ini rampung. Namun rencananya pedagang kaki lima (PKL) akan dipindahkan serentak pada Desember mendatang.

Pembangunan taman kuliner ini menghabiskan anggaran Rp 4,9 miliar yang bersumber dari APBD. Nantinya, pembangunan akan dilanjutkan denggan menggunakan APBD-P.

”Tahun ini pengerjaannya dikebut. Karena pemindahan PKL direncanakan akhir tahun ini. Namun, dana Rp 4,9 miliar itu masih belum bisa mencukupi selesainya pengerjaan,” jelas Sekretaris Grobogan Aris Soedarwidodo melalui Kasi Kajian Dampak Lingkungan DLH Grobogan yang juga selaku PPTK, Gunawan Widiyanto.

Sebab, di lingkup taman kuliner sebelumnya ada pembangunan los yang dibangun dari bantuan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah senilai Rp 500 juta. Namun, bangunan itu masih belum lengkap fasilitasnya. Karena belum ada listrik, saluran air, dan akses jalan menuju lokasi.

Sehingga tahun ini ikut dianggarkan Rp 1,16 APBD-P tersebut. Karena tahun lalu sempat gagal lelang. Anggaran tersebut untuk pengerjaan keseluruhan taman. ”Dana tersebut untuk paving jalan menuju tiga taman (taman kuliner, koperasi dan taman Ir Soekarno), kemudian drainase, listrik, air, dan penyediaan ipal,” ungkapnya.

Setelah rampung pengerjaan, harapannya pada Desember nanti, PKL sudah bisa menempati taman kuliner ini. Taman kuliner akan menampung 140 PKL yang ada di Jalan R Suprapto, simpang lima dan dr Soetomo. Setiap lapaknya memiliki luas 2x4 meter yang dilengkapi dengan fasilitas kran air dan listrik.

Meski begitu, penghijauan di lokasi taman kuliner ini masih belum maksimal dilakukan. Dari delapan titik taman, baru akan ada dua tanaman keras di masing-masing titik serta jenis rerumputan.

”Tanaman tidak banyak dianggarkan di perubahan ini. Untuk tanaman rambat yang rencananya ditanam di atap-atap lapak juga belum bisa dianggarkan di APBD perubahan,” keluhnya.

Meski belum terlihat rindang, upaya menarik pengunjung agar bisa datang ke lokasi tersebut akan gencar dilakukan DLH. Di antaranya akan mengadakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap pekan. Mulai dari olahraga, live music, pameran daur ulang. Sehingga ada aktivitas di sekitar taman kuliner tersebut.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia