Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Lestarikan Permainan Tradisional di Sekolah Dasar

12 Oktober 2019, 10: 32: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Hadianto, S.Pd.; Kepala SDN 2 Keyongan, Gabus

Hadianto, S.Pd.; Kepala SDN 2 Keyongan, Gabus (dok pribadi)

Share this      

MATA pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar pada hakikatnya mempunyai mempunyai arti, peran, dan fungsi penting dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat. Peserta didik di Sekolah Dasar adalah kelompok masyarakat yang tumbuh berkembang, ingin merasa gembira dalam bermain dan memiliki kerawanan yang memerlukan pembinaan dan bimbingan. Oleh karena itu, mata pelajaran Penjasorkes merupakan suatu wadah pembinaan yang sangat tepat.

Salah satu peenyebab kurang berkembangnya proses pembelajaran Penjasorkes di sekolah adalah terbatasnya sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia di sekolah, baik secara kuantitas maupun kualitas. Selain itu, model pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik juga sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.

Permainan tradisional sudah mulai terkikis dan keberadaannya mulai ditinggalkan. Peserta didik zaman sekarang lebih sibuk bermain dengan gadgetnya daripada pergi keluar rumah dan melakukan aktivitas olahraga dengan teman sebaya. Sebenarnya ada beberapa permainan tradisional yang dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran Penjasorkes.

Permainan sederhana atau permainan tradisional yang dimasukkan dalam pembelajaran Penjasorkes ternyata mampu membuat peserta didik aktif dalam bergerak. Permainan tradisional tersebut dapat diaplikasikan dalam kegiatan pemanasan atau dapat dimasukkan ke dalam materi inti sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai.

Keberhasilan sebuah pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh tingginya pendidikan seorang pendidik. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang berhasilnya pembelajaran. Keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar. Permainan tradisional daerah juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran. Kreativitas guru sebagai unsur penunjang keberhasilan pembelajaran, baik dalam pemanfaatan media, sarana pasarana, pemilihan materi, penerapan teknik atau metode pembelajaran, dan sebagainya.

Permainan sederhana atau permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes antara lain menirukan gerakan binatang. Di dalam permainan sederhana ini peserta didik menirukan gerakan yang diperintahkan oleh guru. Apabila guru mengatakan suatu nama binatang misalnya burung terbang. Selanjutnya peserta didik melakukan gerakan dengan menirukan gerakan burung terbang, dengan satu kaki menapak di tanah dan kaki satu diluruskan ke belakang. Kemudian merentangkan kedua tangan dan merendahkan badan. Kedua tangan digerak-gerakkan naik turun seperti burung. Permainan ini sangat baik diberikan pada peserta didik Sekolah Dasar kelas rendah yaitu kelas I, II, dan kelas III. Fungsinya untuk melatih berpikir cepat pada peserta didik dengan mengkoordinasikan gerakan anggota tubuhnya.

Permainan hitam putih, bertujuan untuk meningkatkan ketangkasan yang berkaitan dengan reaksi dan kecepatan serta kelincahan untuk menghindar dari tangkapan lawan. Pelaksaan permainan ini, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok. Peserta didik dibariskan dalam dua saf dengan posisi berdiri di garis yang telah ditentukan. Antara baris pertama dan baris kedua jaraknya kira-kira 1 meter. Apabila guru menyebut kata hitam, maka regu hitam harus berlari, sedangkan regu putih mengejar, begitu juga sebaliknya. Kelompok yang dikejar berlari sedapat mungkin agar jangan sampai tertangkap. Kemampuan fisik yang didapat dalam permainan tradisional ini adalah meningkatkan kecepatan peserta didik untuk berlari, meningkatkan kelincahan, dan meningkatkan daya tahan anak. Permainan ini sangat baik diberikan pada peserta didik Sekolah Dasar kelas atas yaitu kelas IV, V, dan kelas VI dalam rangka meningkatkan ketangkasan. Komponen karakter yang diperoleh peserta didik dari permainan ini adalah sikap sportifitas, kejujuran, semangat, dan pantang menyerah.

Permainan tradisional yang lain masih cukup banyak, tergantung kreativitas guru Penjasorkes dalam melaksanakan pembelajaran. hal itu, selain untuk meciptakan suasana segar dan menyenangkan dalam pembelajaran, juga bermanfaat dalam rangka melestarikan budaya bangsa Indonesia. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia