alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Budaya Belajar Mandiri sebagai Persiapan Menyongsong Masa Depan

11 Oktober 2019, 15: 05: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Dra. Etty Susanti, M.Pd.; Kepala SMPN 3 Satu Atap Toroh

Dra. Etty Susanti, M.Pd.; Kepala SMPN 3 Satu Atap Toroh (dok pribadi)

Share this      

BELAJAR bagi pelajar merupakan suatu kewajiban. Tetapi, banyak pelajar yang begitu mendengar kata belajar saja sudah alergi, aras-arasen. Belajar menjadi momok. Sebagai guru bahasa Indonesia, saya sering mengingatkan kepada para siswa akan arti kata pelajar. Kata pelajar berasal dari kata dasar ajar. Pelajar adalah orang yang tugasnya belajar. Jadi, kalau tidak pernah belajar ya tidak pantas kalau disebut pelajar. Mendengar pernyataan gurunya, mereka manggut-manggut. Sambil bisik-bisik mereka membenarkan penjelasan gurunya.

Agar tujuan pembelajaran berhasil, sebagai pelajar, mereka harus mempunyai tujuan. Untuk apa mereka belajar. Alangkah baiknya jika seorang pelajar mempunyai cita-cita. Dengan adanya cita-cita, diharapkan para pelajar ini mempunyai pedoman, arah dalam belajar. Untuk itu, para bapak/ibu guru, juga orang tua/wali dimohon membimbing siswa dalam menemukan tujuan.

Melalui bimbingan guru, para pelajar diarahkan mewujudkan cita-citanya. Agar tujuan tercapai seperti yang diharapkan, maka tujuan itu harus direncanakan terlebih dulu. Apa cita-citanya? Bagaimana agar cita-cita tersebut dapat diraih. Adakah cara yang efektif untuk mencapainya? Bagaimana cara mewujudkannya? Apa saja yang harus dilakukan? Ini merupakan deretan pertanyaan yang harus dijawab.

Apabila para pelajar mempunyai kesadaran akan tujuan mereka belajar, pasti mereka akan berusaha melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini, peran guru diharapkan dapat memotivasi para pelajar untuk menemukan tujuan mereka dalam belajar dan bagaimana mewujudkannya.

Belajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Selama ini banyak  pelajar yang beranggapan bahwa belajar hanya dilakukan di sekolah pada waktu KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah. Padahal, belajar dapat mereka lakukan di mana saja: di rumah, di pasar ketika mengantar ibu berbelanja, di bank ketika diajak orang tua menabung, di taman kota ketika berlibur dengan keluarga, di arena CFD (car free day) di hari Minggu, dan lain-lain. Jadi, tempat belajar tidak dibatasi. Demikian juga waktu belajar. Belajar dapat dilakukan pada pagi, siang, sore, malam, maupun dini hari.

Dengan siapa para pelajar dapat belajar ? Apakah cukup dengan guru? Jawabnya tentu saja tidak. Belajar dapat dilakukan dengan banyak orang. Guru hanya salah satu narasumber. Selain dengan guru, belajar dapat dilakukan bersama teman sebaya, pedagang kaki lima, pegawai bank, petugas pemadam kebakaran, petani, perangkat desa, polisi, tentara, dan masih banyak lagi. Semua profesi yang ada di sekeliling mereka dapat dijadikan sebagai narasumber dalam belajar. Semakin banyak narasumber, semakin banyak pengetahuan yang mereka miliki.

Selain narasumber, para pelajar dapat belajar melalui benda-benda yang ada di sekitar . Sekarang ada alat yang cukup canggih untuk belajar yaitu internet. Melalui internet: Google, WA (Whatsapp), FB (Facebook), Youtube, para pelajar bisa bertanya dan mendapatkan jawaban dari berbagai masalah pelajaran yang ingin diketahuinya.

Pengadaan internet bukan lagi menjadi masalah bagi para pelajar. Hampir semua pelajar mempunyai gadget, apalagi bagi pelajar yang tinggal di kota. Sekarang benda ini sudah akrab juga di kehidupan para pelajar di desa, bahkan di daerah pinggiran. Benda ini sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi para pelajar.

Diharapkan para pelajar sudah mengenal internet dengan baik. Para pelajar dapat menggunakan internet sebagai sarana belajar secara mandiri. Karena para pelajar akan menghadapi zaman globalisasi. Para pelajar harus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan abad ke-21 yang tentu lebih kompleks. Semoga dengan budaya belajar mandiri, para generasi penerus bangsa ini dapat menjawab tantangan masa depan. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP