Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tips Menjadi Seorang Guru Idola

11 Oktober 2019, 14: 55: 12 WIB | editor : Ali Mustofa

Sri Murtini, S.Pd.; Guru SD Negeri 4 Tuko, Kecamatan Pulokulon

Sri Murtini, S.Pd.; Guru SD Negeri 4 Tuko, Kecamatan Pulokulon (dok pribadi)

Share this      

GURU sebagai julukan untuk seorang pengajar atau pendidik. Apapun bentuk ajarannya, sehingga akan membawa perubahan bagi siswa atau anak didiknya. Dalam hal ini guru dituntut mempunyai wawasan luas sebagai pedoman dalam proses membelajarkan siswa.

Dalam proses pembelajaran, seorang guru menjadi figur yang paling diperhatikan oleh anak didiknya. Apapun yang melekat pada guru, apapun yang dilakukan oleh guru selalu menjadi pusat sorotan peserta didik. Mulai dari cara berpakaian, pembicaraan, ilmu pengetahuan yang dimiliki, hingga sikap dan perbuatan seorang guru akan menjadi perhatian para siswa.

Sekarang ini banyak siswa yang kritis. Mereka berani memberikan penilaian terhadap guru-gurunya. Hal-hal yang baik akan dijadikan sebagai contoh atau teladan bagi mereka. Sedangkan yang kurang atau tidak baik biasanya akan menjadi bahan pergunjingan di antara mereka. Bahkan, hal itu akan sampai kepada orang tua. Untuk itu, menjadi seorang guru harus memiliki figur yang dapat diteladani oleh para siswanya, menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan bahan pergunjingan para siswa, orang tua, maupun teman-teman sejawatnya.

Kualitas pendidikan bangsa Indonesia ditentukan oleh para gurunya. Guru adalah orang pertama, ujung tombak berhasil tidaknya dunia pendidikan. Karena gurulah yang bertatap muka secara langsung dengan peserta didik. Semodern dan sebagus apapun sebuah kurikulum dan perencanaan strategi pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas maka pendidikan tidak akan membuahkan hasil yang optimal.

Realita di lapangan, tidak semua guru memiliki kemauan untuk terus bekerja dan belajar dengan baik, tidak semua guru memiliki keinginan untuk maju. Terkait dengan itu, guru dalam perjalanan karirnya dibedakan dalam dua tipe. Pertama, guru pasif yaitu guru yang terjebak dalam rutinitas serta cenderung bekerja demi mengharapkan gaji dan tunjangan di akhir bulan. Kedua, guru aktif yaitu guru yang cinta pada profesi dan terus meningkatkan diri melalui berbagai cara serta merasa hidupnya berkah karena menyebarkan ilmunya.

Masing-masing guru memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk menjadi guru tipe kedua, ada beberapa kriteria karakter yang harus dimiliki dan dikembangkan seorang guru profesional. Guru harus memiliki sifat rendah hati, pandai mengelola waktu, menghargai proses, berpikiran terbuka, dan percaya diri. Guru profesional biasanya akan diidolakan oleh para siswa.

Bagi siswa, guru idola yang menjadi inspirasi dan penyemangat dalam belajarnya. Guru yang bisa membuat mereka merasa aman dan nyaman untuk mengikuti pembelajaran. Ada beberapa alasan seorang siswa mengidolakan gurunya.

Berikut ini beberapa karakter yang biasanya menjadikan seorang guru diidolakan para siswa. Yakni, guru yang periang dan ramah, guru yang mudah akrab dengan siswa, guru yang antusias ketika mengajar, guru yang menghormati dan menghargai para siswa, guru yang peduli dan selalu membantu siswa yang membutuhkan, guru yang kreatif dan menarik, guru yang melek teknologi dan pembelajar sepanjang hayat, guru yang peka dan pengertian terhadap permasalahan yang dihadapi siswa, guru yang menguasai materi pelajaran, serta guru yang selalu konsisten antara kata-kata dengan perbuatan.

Apakah kita termasuk guru yang diidolakan para siswa? Jikalau ya, karakter-karakter manakah yang melekat pada diri kita, sehingga para siswa mengidolakan kita? Tentu kita tahu jawabannya, karena semua itu bersumber dari pribadi kita. Bagi yang belum termasuk guru idola, mari introspeksi diri, mengapa kita tidak diidolakan. Kalau alasannya karena cuek, mari kita ubah diri kita menjadi yang peduli kepada siswa. Kalau alasannya karena gaptek, mari kita ubah diri kita menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat agar kita senantiasa melek teknologi, dan seterusnya. Berjuang dan berusahalah agar kita dapat menjadi guru yang diidolakan oleh para siswa. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia