Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Cegah Kecurangan, Dinas Perdagangan Siapkan Alat Timbang Digital

11 Oktober 2019, 14: 38: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK ALAT: Petugas Dinas Perdagangan Kudus melakukan pengecekan alat ukur timbang digital di kantor kemarin.

CEK ALAT: Petugas Dinas Perdagangan Kudus melakukan pengecekan alat ukur timbang digital di kantor kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Dinas Perdagangan Kudus, berupaya menyiapkan pos ukur ulang berupa alat timbangan digital untuk setiap pasar tradisional. Tujuannya, memberikan kenyamanan kepada konsumen terkait keakuratan hasil penimbangan barang yang dibeli serta mencegah kecurangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti, mengatakan, beberapa pasar tradisional di Kudus memang sudah tersedia alat timbangan yang bisa digunakan oleh pengunjung pasar untuk mengecek belanjaannya.

”Tapi belum seluruhnya pasar tradisional ada alat timbang digital, seperti Pasar Piji, dan Pasar Baru. Di kantor ada ketersediaan satu rencana kami akan diletakkan di Pasar Baru. Alat tersebut sumbangan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Ditambahkan, pasar tradisional yang sudah dilengkapi dengan alat timbangan, yakni di Pasar Bitingan, Kliwon, Jekulo dan Pasar Brayung.

Sudiharti menambahkan, penempatam lokasi alat timbang digital tersebut harus strategis, khususnya yang berdekatan dengan komoditas kebutuhan pokok masyarakat yang penjualannya berdasarkan satuan kilogram, seperti gula, beras, minyak goreng, cabai, bawang merah, bawang putih serta telur dan daging.

Adanya pos ukur ulang timbangan, diharapkan para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kudus juga memiliki kesadaran untuk rutin melakukan tera timbangannya serta bersikap jujur.

Tak dipungkiri, ada oknum pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan lebih dengan melakukan kecurangan dengan menambah berat timbangan. Konsumen yang ingin mengetahui keakuratan hasil timbangan dari pedagang bisa dicek ulang pada timbangan yang tersedia.

”Kalau tidak sama, konsumen bisa mengajukan komplain kepada pedagangnya. Dan, timbangan pada pos ukur ulang juga akan ditera secara periodik sebagai contoh yang baik terhadap pedagang,” terangnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia