Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Ruzana, Peraih Juara II even Bantongyord

Satu-Satunya Pebulutangkis yang Masuk Final

10 Oktober 2019, 10: 21: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

UKIR PRESTASI: Ruzana sebelum memulai sesi latihan sore di GOR Jati, Kudus, beberapa waktu lalu.

UKIR PRESTASI: Ruzana sebelum memulai sesi latihan sore di GOR Jati, Kudus, beberapa waktu lalu. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

Ruzana berhasil menembus partai final menghadapi Korea saat turun di even bulu tangkis Internasional yang dilangsungkan di Thailand beberapa waktu lalu. Saat itu Indonesia ada tiga atlet. Tetapi dua diantaranya gagal menembus partai puncak. Sementara dirinya berhasil menembus partai puncak dan meraih juara II.

VEGA MA’ARIJIL ULA, Radar Kudus, Kudus

RUZANA memulai olahraga tampel bulu sejak duduk di bangku TK. Saat itu dia ikut-ikutan sang kakak. Diawali nampel-nampel kok, dia tertarik dan bergabung dengan klub bulu tangkis dekat rumahnya, PB Jaya Mendiri Sumatera Selatan. ”Berawal liat kakak main dan kebetulan papa mama dukung. Akhirnya mulai menekuni,” sambungnya.

Perempuan kelahiran 22 Jan 2005 ini baru saja mengukir prestasi di even bulu tangkis di kancah internasional bertajuk Bantongyord Thailand 2019 dan menyabet juara II. Saat itu, di partai puncak, perempuan kelahiran Lubuk Linggau Sumatera Selatan itu mendapat lawan yang menurutnya berat. Yakni Korea. ”Lawan Korea di final itu paling berat, tapi aku lupa Korea Utara atau Korea Selatan,” sambungnya.

Dia mengaku kesulitan menundukkan rivalnya itu. Menurutnya permainan lawannya itu bagus dan sulit ditebak. Saat itu ada tiga atlet asal Indonesia. Ruzana, dan kedua rekannya. ”Kalau teman-teman yang satu masuk semifinal, yang satunya nggak masuk semifinal,” jelasnya.

Untuk sampai di panggung bulu tangkis internasional itu, diakui oleh perempuan penggemar pempek dan tekwan itu tidak mudah. Ada 100 peserta lebih dari penjuru negara yang turun di even tersebut. Meski begitu, dia bangga karena mampu meraih podium dua sekaligus menjadi pencapaian terbaiknya untuk saat ini.

Sejauh ini, perempuan yang sudah berada di PB Djarum sejak 2015 itu telah mengukir beberapa prestasi bulu tangkis. Meliputi juara II Bantongyord Thailand 2019, juara I Jakarta Open 2019, juara I Walikota Cirebon 2019, juara I Banjarmasin Open 2019, juara I Daihatsu Astec Medan 2019, dan juara I Daihatsu Astec Jogja 2019.

Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus hendak mewawancarainya, dia sedang mempersiapkan latihan sore. Dari pihak pelatihnya, Lukman Hakim hanya memberi waktu 10 menit. ”10 menit saja ya wawancaranya, Ruzana mau latihan,” ujar Lukman.

Ruzana mengaku senang menjadi atlet bulu tangkis meski berat karena harus berlatih setiap hari. Untuk Rabu dan Sabtu program latihan hanya berlangsung pagi. Sementara untuk Minggu libur.

”Suka dukanya ya tentu ada. Kalau sukanya ya pas dapat juara itu kami yang memetik hasilnya. Dukanya ya capek latihan. Tapi gimana lagi kan atlet memang harus seperti itu,” ujarnya.

Terdekat, perempuan 14 tahun itu bakal mengikuti Superliga di Magelang. Ke depannya, dia bakal terus menekuni olahraga bulu tangkis. ”Pengen terusin jadi atlet bulu tangkis dan pengen jadi juara dunia. Tapi bertahap ke Pelatnas dulu lah setelah itu baru pikirin kejuaraan yang ingin diraih,” imbuhnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia