Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Izin Bermasalah, Lima Toko Modern di Jepara Disegel

09 Oktober 2019, 12: 39: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

SEGEL: Lima toko modern di Jepara disegel oleh tim khusus Pemkab Jepara Senin (7/10).

SEGEL: Lima toko modern di Jepara disegel oleh tim khusus Pemkab Jepara Senin (7/10). (Diskominfo For Radar Kudus)

Share this      

KOTA, Radar Kudus - Pemerintah Kabupaten Jepara melalui tim khusus menutup lima unit toko modern di Kota Ukir. Alasannya karena izin lima toko modern bermasalah. Penutupan dilakukan dengan menggembok toko dan memasang Garis Pembatas Satpol PP.

Lima toko modern yang disegel berada di Desa Wedelan (Bangsri), Jalan Wahid Hasyim (Jepara), Desa Ngabul (Tahunan), Desa Lebuawu (Kalinyamatan), dan Desa Pelang (Mayong).

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan, Ketertiban Umum, dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Anwar Sadat. Anwar mengatakan, lima toko itu disegel Senin (7/10) siang.

Toko-toko tersebut disegel karena tidak memiliki izin sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan. "Sudah tiga kali surat peringatan diberikan, pengelola toko sudah kami beri penjelasan agar mengurus perizinan sesuai ketentuan dalam Perda Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan namun tak diindahkan," katanya.

Anwar menjelaskan, surat peringatan (SP) pertama  tertanggal 18 Juni 2019, selanjutnya SP kedua 9 Juli 2019. Dalam dua kali SP ini, pengelola diberi waktu 14 hari sejak SP diberikan, agar ada tindak lanjut mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara. Namun hal itu tidak dilakukan.

Demikian juga setelah SP ketiga tertanggal 9 September 2019 yang memberi waktu tujuh hari agar ada tindak lanjut di lapangan. "Karena tidak diindahkan maka kita lakukan tindakan tegas berupa penyegelan," ujarnya.

Dalam penyegelan itu, petugas mempersilakan penjaga toko mengeluarkan barang-barang yang akan kedaluwarsa dalam waktu dekat, serta barang-barang lain yang dibutuhkan selama pekiraan waktu penyegelan hingga penyelesaian pengurusan izin. "Penutupan sementara, nanti kalau proses perizinannya selesai bisa buka lagi," jelasnya.

Salah satu petugas toko di Wedelan, Arumita membenarkan pihaknya sudah tiga kali mendapat SP.

"SP langsung kami serahkan ke pimpinan. Setahu kami setelah SP3 bagian perizinan perusahaan kami sudah melakukan tindak lanjut. Mungkin belum selesai. Setelah ini, ya, kami menunggu tim perizinan seperti apa," katanya.

Sementara itu pemilik toko modern di Jalan Wahid Hasyim, Habli Mubarok mengaku, pihaknya sudah mengurus perizinan setelah mendapatkan peringatan. "Sudah jalan namun belum selesai," ungkapnya.

Pada penyegelan itu tim Pemkab Jepara yang melakukan penutupan toko modern itu terdiri dari Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DiskopUKMNakertrans), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bagian Hukum Setda Jepara, dan Bagian Perekonomian Setda Jepara.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia