Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bupati Dukung Penuh Warga Pati Tekuni Budidaya Kelapa Kopyor

09 Oktober 2019, 12: 14: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

PERKEBUNAN: Bupati melakukan petik kelapa kopyor di Kebun Paradiso Ngagel, Desa Ngagel pagi kemarin

PERKEBUNAN: Bupati melakukan petik kelapa kopyor di Kebun Paradiso Ngagel, Desa Ngagel pagi kemarin (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

DUKUHSETI, Radar Kudus – Bupati Haryanto mendukung penuh budidaya kelapa kopyor yang banyak ditanam di wilayah Pati utara. Mulai dari Margoyoso, Tayu, dan Dukuhseti sebagai pusatnya. Hal itu ditegaskan Bupati saat melakukan kegiatan petik kelapa kopyor di Kebun Paradiso Ngagel, Desa Ngagel.

Selain petik kelapa kopyor, Bupati bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda melakukan penyerahan bibit kelapa kopyor, serta perangkap hama.

 “Kita di Kabupaten Pati itu dianugerahi SDM maupun SDA yang luar biasa. Terlebih di wilayah utara, ekonomi masyarakatnya ditopang dengan sumber daya yang baik,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, yang terpenting, kelapa kopyor asal Kabupaten Pati sudah tersertifikasi. Selayaknya jeruk pamelo dari Desa Bageng, Gembong. Dengan demikian, kelapa kopyor pun sudah identik dengan Pati.

“Apapun yang ada dan kita punya, harus dapat dikelola dengan baik,” ajaknya. Bupati pun memotivasi kepada generasi muda untuk ikut berpartisipasi menjadi petani. Karena petani sendiri punya potensi tak kalah dengan jenis profesi lainnya.

Bupati menyebut, tujuan pemerintah kabupaten membina masyarakat pelaku usaha, agar ekonominya dapat meningkat. Sebab, apabila ditangani tidak serius, hasilnya tidak maksimal. Namun kalau serius, hasilnya tentu bagus.

“Saya selalu menyambut baik usaha yang berasal dari masyarakat. Kami hanya membantu memfasilitasi saja bagaimana agar usaha masyarakat tersebut meningkat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertannak) Kabupaten Pati, Muhtar Effendy mengucapkan terima kasih kepada sejumlah kelompok tani dari wilayah Margoyoso, Tayu dan Dukuhseti yang telah hadir untuk menerima bantuan perangkap hama.

“Memang salah satu kendala kita dalam membudi daya kelapa kopyor ini lantaran gangguan dari hama wawung. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh para kelompok tani, instansi, laboratorium Pati, provinsi dan pusat, juga belum menampakkan hasil maksimal,” terangnya.

Pihaknya berharap, dengan penyerahan bantuan perangkap hama ini, dapat mencegah serta mengurangi gangguan hama. Sehingga budidaya kelapa kopyor pun dapat meningkat.

Sementara itu Wakil Bupati Saiful Arifin mendorong para pemuda untuk tak malu-malu bergelut menjadi petani. ”Anak muda tidak boleh malu. Usaha pertanian ini untungnya menjanjikan. Tinggal bagaimana kalkulasinya harus dihitung matang,” papar pria yang juga pengusaha sukses ini.

Safin juga mendorong budidaya kelapa kopyor yang banyak tumbuh di wilayah utara ini untuk digeluti dengan serius. ”Teknologi-teknologi pertanian harus diterapkan. Kultur jaringan. Kemudian memanfaatkan pekarangan warga, mungkin tiap rumah harus ditanami 5 – 7 pohon ini cukup baik. Karena kondisi tanah di sini memang cocok,” terangnya.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia