Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Kunjungi Rembang, Gunungkidul Kepincut Program Pengentasan Kemiskinan

09 Oktober 2019, 10: 05: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

RUJUKAN: Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi memberikan kenang-kenangan kepada Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto, di ruang rapat bupati.

RUJUKAN: Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi memberikan kenang-kenangan kepada Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto, di ruang rapat bupati. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Pemkab Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta kepincut program pengentasan kemiskinan Pemkab Rembang. Pasalnya tahun 2017 angka kemiskinan tinggi, namun ditahun 2018 Gunungkidul jauh tertinggal. Untuk itulah rombongan datang untuk mengetahui kebijakan yang diberlakukan.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan kehadirannya pertama sowan sekaligus silahturahmi. Berikutnya ingin melihat apa yang sudah diterapkan Pemkab Rembang dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

”Kita ingin memperoleh banyak hal yang dapat memotivasi dan menambah informasi. Dalam mengelola atau menanggulangi kemiskinan,” katanya saat melakukan kunjungan di Rembang, kemarin (8/10).

Selain ingin melihat cara penanggulangan kemiskinan, orang nomor dua di Gunungkidul tersebut juga memaparkan potensi alamnya. Muatannya di sana dikembangkan pariwisata. Menurutnya itu sebuah anugerah.

Hanya saja ia tidak menampik, kesejahteraan masyarakat dihadapkan beban regulasi yang cukup kental. Belum lagi ditambahi problem masuknya pihak-pihak luar yang mengatasnamakan organisasi. Tidak sedikit banyak Gunungkidul diserang terkait isu-isu perizinan.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang diwakilkan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto menyampaikan posisi kemiskinan di Rembang. Saat di hadapan pelantikan 2016 silam posisinya di angka 18  persen. Lalu RPJMD menetapkan sekitar 11,5 persen.

”Kita juga belajar di beberapa tempat. Karena konteksnya kemiskinan juga melibatkan pihak ketiga, salah satunya CSR. Meskipun dari sisi pariwisata di Rembang masih tumbuh kembang,” bebernya.

Menambahkan Kepala Bappeda Rembang, Dwi Wahyuni menyampaikan laporannya Kabupaten Rembang merupakan daerah dengan persentase penduduk miskin terbanyak ke-7 se-Jateng tahun 2018. Capaian ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang menempati posisi ke-5 se-Jateng.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia