Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Sakit Hati Disebut Tak Jantan, Pelaku Tega Habisi Nyawa Selingkuhan

09 Oktober 2019, 09: 38: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

INTEROGASI: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang menginterogasi Doyo, pelaku pembunuhan terhadap selingkuhannya bernama Ramiyati.

INTEROGASI: Kapolres Blora AKBP Antonius Anang menginterogasi Doyo, pelaku pembunuhan terhadap selingkuhannya bernama Ramiyati. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar KudusMotif pembunuhan Ramiyati,40, warga Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora akhirnya terkuak. Doyo, pelaku pembunuhan merasa sakit hati oleh kata-kata korban. Yang menyebut pelaku kurang jantan usai berhubungan intim.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang mengaku, sebelum terjadi pembunuhan pada 25 September 2019 lalu, Doyo dan Ramiyati sempat melakukan hubungan intim di belakang rumah. Usai berhubungan, mereka sempat cek cok di kamar mandi.

Karena merasa sakit hati dikatakan kurang jantan, pelaku emosi dan memukul kepala korban menggunakan bata ringan sebanyak delapan kali. Sehingga terkapar dan meninggal dunia. ”Tersangka dan korban ini memang memiliki hubungan terlarang. Padahal keduanya sudah mempunyai keluarga masing-masing,” jelas kapolres.

Kapolres menambahkan, pelaku dengan korban sebenarnya adalah tetangga. Sebelum terjadinya pembunuhan tersebut, pelaku menghubungi korban untuk datang ke rumahnya. Sebab suami korban pergi ke warung kopi. ”Setelah bertemu, keduanya melakukan hubungan intim di belakang rumah korban,” tambahnya.

Doyo, pelaku pembunuhan mengaku, hubungan perselingkuhan itu sudah terjalin selama tiga tahun dengan korban. Tanpa diketahui oleh keluarga masing-masing. Dirinya tega membunuh Ratmiyati lantaran sering tersinggung dengan perkataan korban. Meskipun tersangka ingin mengakhiri hubungan gelapnya dengan korban, karena takut ketahuan keluarga masing-masing.

”Saya sering dikata-katain. Meski saya sudah bilang untuk berhenti berhubungan karena sama-sama punya keluarga. Namun dirinya (korban, Red) menolak. Puncaknya pada 25 September lalu usai berhubungan intim, korban mencaci maki dan mengatakan bahwa saya kurang jantan. Dari itu saya khilaf dan memukul kepala korban sampai tidak berdaya,” jelasnya.

Sehari setelah kejadian itu, anggota Sat Reskrim Polres Blora berhasil meringkus Doyo. Dia ditangkap di rumahnya di Dukuh Guyung, Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban, Blora. Meski sempat melawan, polisi akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia