Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Keterampilan Menulis Berdasarkan Kurikulum 2013

08 Oktober 2019, 15: 07: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

Drs. Aries Darmawan; Guru SMPN 1 Purwodadi   

Drs. Aries Darmawan; Guru SMPN 1 Purwodadi   (dok pribadi)

Share this      

MENULIS sebagai salah satu bagian dari keterampilan berbahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Menulis dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan pikiran, ide, perasaan, atau pengalaman dengan menggunakan lambang-lambang tertentu. Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya. Kegiatan menulis bersifat produktif dan ekspresif.

Paradigma pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 diorientasikan pada pembelajaran berbasis teks. Jenis teks untuk pembelajaran kelas VII yaitu teks deskripsi, narasi, prosedur, LHO, surat pribadi dan surat dinas, puisi rakyat, dan teks fabel atau legenda. Jenis teks untuk pembelajaran kelas VIII yaitu teks berita, teks iklan, slogan, atau poster, teks eksposisi, puisi, eksplanasi, ulasan, persuasi, dan teks drama. Jenis teks untuk pembelajaran kelas IX yaitu teks laporan percobaan, pidato persuasif, cerpen, teks tanggapan, teks diskusi, dan teks cerita inspiratif. Masing-masing jenis teks tersebut memiliki struktur dan ciri kebahasaan yang membedakannya dari teks lain.

Dalam pembelajaran menulis, dibutuhkan media sebaai saluran yang memberikan stimulant untuk berkomunikasi. Media pembelajaran menulis antara lain berupa media audio atau audiovisual, gambar, dan lingkungan. Media audio atau audiovisual dalam pembelajaran menulis dimaksudkan untuk menyediakan bahan yang mengandung pesan dalam bentuk pesan tertulis, suara, dan gambar yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk menulis. Media gambar merupakan media visual dua dimensi, jenisnya dapat berupa gambar tunggal, gambar seri, poster, tabel, grafik, dan peta. Media lingkungan meliputi lingkungan sosial, personal, alam, dan lingkungan kultural. Prosedur belajar memanfaatkan lingkungan sebagai media dalam pembelajaran menulis antara lain melalui survei, karyawisata atau mengundang narasumber.

Pemakaian bahasa dalam kegiatan pembelajaran menulis menuntut kegiatan encoding yakni kegiatan untuk menghasilkan atau menyampaikan bahasa kepada pihak lain yaitu pembaca. Dalam tulisan yang baik harus ada keterjalinan antara unsur bahasa dan unsur isi sehingga terbentuk tulisan yang runtut dan padu. Penilaian terhadap hasil tulisan siswa meliputi isi gagasan yang disampaikan, organisasi isi, tata bahasa atau kalimat, pilihan kata, dan ejaan. Dijelaskan oleh Brown dalam Sumarwati (2012) bahwa penilaian menulis penilaian terhadap tulisan diarahkan pada unsur-unsur tulisan yang meliputi content (isi atau gagasan yang disampaikan), form atau organization (organisasi isi), discourse (kewacanaan), grammar atau syntax (tata bahasa dan pola kalimat), vocabulary (pilihan kata dan kosa kata), dan mechanic (pemakaian ejaan dan penulisan kata-kata).

Penerapan tahap-tahap pendekatan proses dalam pelaksanaan pembelajaran menulis dapat disesuaikan dengan materi, media, dan metode yang digunakan oleh guru. Misalnya dalam pembelajaran menulis paragraf persuasif secara kooperatif, dalam pemilihan topik hingga pengeditan dilakukan oleh siswa secara kooperatif atau bersama kelompoknya. Akan tetapi, kegiatan kooperatif dapat juga hanya dilakukan pada tahap tertentu saja, misalnya pada tahap revisi atau pengeditan.

Contoh langkah-langkah pembelajaran menulis teks deskripsi adalah sebagai berikut. Guru memperlihatkan beberapa paragraf deskripsi tentang suatu objek. Siswa dipandu guru membaca dan mengidentifikasi bagian-bagian paragraf yang memberi ciri paragraf deskripsi, yaitu detil objek yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Siswa diminta membentuk pasangan. Secara berpasangan siswa mengamati suatu objek yang ada di lingkungan sekolah untuk mengidentifikasi detil objek. Siswa dipandu guru untuk membuat kerangka karangan. Siswa mengembangkan kerangka menjadi draf atau tulisan sementara. Siswa memeriksa isi dan organisasi isi setiap draf paragraf. Siswa memeriksa penggunaan bahasa. Siswa menulis ulang draf tulisannya. Masing-masing pasangan membacakan paragraf yang ditulis dan kelompok lain diminta memberikan tanggapan atau umpan balik.

Langkah-langkah pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran menulis dapat dikembangkan oleh guru sesuai dengan materi, media, serta metode yang digunakaan dalam pembelajaran. Inovasi dan kreativitas guru akan membuahkan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bermakna bagi siswa. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia