Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pelaksanaan Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa UMK Direview

08 Oktober 2019, 12: 45: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

DIREVIEW: Dr. Drs. Sukirman, Spd, SH., MM., mendampingi tim reviewer dari kemenristekdikti Petrus dan Fathurrahman saat Monev berlangsung

DIREVIEW: Dr. Drs. Sukirman, Spd, SH., MM., mendampingi tim reviewer dari kemenristekdikti Petrus dan Fathurrahman saat Monev berlangsung (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

Share this      

 BAE,Radar Kudus - Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan program pengembangan kewirausahaan mahasiswa dari bulan Februari hingga Oktober 2019, kinerja tim Pengabdian Kepada Masyarakat Skim PPK (Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa) Universitas Muria Kudus (UMK), dimonitoring dan evaluasi (Monev) oleh Dirjen Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) pada Rabu (2/10) lalu.

Review kinerja dilakukan langsung oleh Dirjen Kemenristek dikti. Diwakili oleh Petrus sebagai reviewer dan Fathurrahman pendamping reviewer. Tujuannya adalah untuk memantau apakah benar kegiatan pendampingan kewirausahaan mahasiswa benar dilaksanakan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan wirausaha baru.

“Pantauan langsung dilaksanakan untuk melihat apakah kegiatan pelatihan kewirausahaan benar-benar dilaksanakan di UMK,” jelas ketua Tim PPK Dr. Drs. Sukirman, Spd, SH., MM.

Kegiatan pengembangan kewirausahaan ini melibatkan 20 tenant yang terdiri dari 25 mahasiswa pewirausaha. Selain itu pewirausaha tersebut merupakan mahasiswa yang sudah menjalankan usaha maupun mahasiswa yang berminat merintis usaha. Beberapa hasil kreasi mahasiswa yang di-display antara lain souvenir wisuda, jam akrilik, souvenir pengantin, souvenir ulang tahun, baju bordir, rajut, dan masih banyal lagi lainnya.

”Kegiatan pendampingan kewirausahaan terhadap mahasiswa ini berhasil memenuhi target yang diprogramkan. Berdasarkan target 20 tenant, kini sudah terlaksana menjadi wirausaha baru dan 5 diantaranya sudah mandiri dan sukses memasarkan produknya di pasar global.

Kegiatan pelatihan ini seluruhnya dibiayai oleh Dirjen Kemenristekdikti sebanyak Rp 128 600.000 dan pendampingan berlangsung selama 12 bulan.

”Perlu diketahui, Hasil dari evaluasi monev inilah yang nantinya akan menentukan program selanjutnya, apakah dilanjutkan atau tidak. Tahun ini adalah tahun pertama, dari target yang kami tentukan yakni hingga tiga tahun mendatang. Kami ingin memberikan pendampingan ke kewirausahaan secara tuntas,” pungkasnya.

Selama monev, hadir pula perwakilan UMKM binaan dari Disnakerperinkop UKM Kudus Eni Zunita dari Djasmin Bordir. Perwakilan dari UMKM sengaja dihadirkan untuk sharing pengalaman dengan mahasiswa. Sebagai pelaku bisnis, Eny memberikan kiat-kiat ke mahasiswa dalam menjalankan usaha.

”Supaya mahasiswa UMK bisa termotivasi dan lebih kreatif lagi dalam memproduksi dan memasarkan produknya. Menjadi pengusaha selain kreatif juga dibutuhkan ketekunan. Semangat inilah yang ingin saya tularkan ke mahasiswa agar menjadi pebisnis yang tangguh dan sukses,” imbaunya. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia