Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Pendidikan Karakter dalam Matematika

08 Oktober 2019, 10: 13: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

Siswanto, S.Pd.; Guru SDN 1 Sendangagung Kaliori, Rembang

Siswanto, S.Pd.; Guru SDN 1 Sendangagung Kaliori, Rembang (dok pribadi)

Share this      

PENDIDIKAN karakter merupakan pondasi atau tonggak dasar dalam kelangsungan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara akan tercipta ketertiban, kenyamanan, dan kelancaran apabila semua warganya memiliki karakter yang positif. Hubungan sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara pun tidak akan menimbulkan gesekan-gesekan yang mengarah kerusakan di segala bidang.

   Pendidikan karakter perlu digerakkan di berbagai bidang. Dalam bidang pembelajaran, pendidikan karakter, dapat ditanamkan melalui mata pelajaran matematika. Hal ini tercermin dalam proses penyelesaian soal matematika dibutuhkan karakter yang dapat mendukung perolehan jawaban yang tepat. Sehingga, tidak memunculkan pertentangan jawaban dengan pihak lain. Apalagi sifat kepastian yang menjadi ciri utama matematika, akan memunculkan jawaban yang sama dari berbagai pihak.

   Nilai karakter-karakter yang ada dalam matematika antara lain: Kedisiplinan, taat aturan, dan ketelitian yang tersirat dalam materi Operasi Hitung Campuran. Di sini perlu selalu ditekankan pada siswa agar harus selalu disiplin, taat aturan, dan teliti dalam bertindak atau berperilaku. Seperti dalam pengerjaan Operasi Hitung Campuran. Penekanan ini bertujuan agar siswa selalu membiasakan untuk disiplin, taat aturan, dan teliti dalam berperilaku.

   Sebagai contoh penerapan karakter disiplin, taat aturan, dan ketelitian dalam operasi hitung campuran 30 – 7 x 4 + 6 = n. Dalam penyelesaian soal ini akan memperoleh hasil yang tepat dan pasti sama jawaban dengan pihak lain. Jika karakter disiplin, taat aturan, dan ketelitian mendasari proses pengerjaan hitungnya. Sehingga, akan diperoleh jawaban 30 – 28 +6 = n,  2 + 6 = n, n = 8.

   Hasil operasi hitung soal tersebut menjadi salah atau berbeda jawaban antara satu dengan yang lain. Apabila dalam proses pengerjaan tidak melibatkan tiga karakter tersebut; pertama: apabila karakter disiplin tidak dilibatkan. Contohnya 30 – 7 x 4 + 6 = n à 28 + 6 – 30 = n à 34 – 30 = n , n = 4.

Dari gambaran proses pengerjaan di atas, terlihat ketidakdisiplinan pada bilangan 30. Letak bilangan 30 berada di depan prosesnya awal tidak disiplin di depan. Tetapi berpindah di belakang  posisinya. Demikian pula bilangan 28, yang seharusnya berposisi ditengah menjadi di depan. Bilangan 6 berpindah ke tengah dari posisi belakang. Hasilnya menyimpang dari kebenaran.

   Kedua, karakter taat aturan tidak dilibatkan. contohnya: 30 – 7 x 4 + 6 = n à23 x 4 + 6 = n à 23 x 10 = n à n = 230. Disini tercermin aturan pengoperasian operasi penjumlahan, pengurangan dengan perkalian tidak ditaati. Sehingga, hasil akhir proses pengerjaanya pun menyimpang dari kebenaran.

   Ketiga, karakter  ketelitian tidak dilibatkan, hasilnya akan menyimpang dari kebenaran.  Contohnya: 30 – 7 x 4 + 6 = n à 30 – 26 + 6 = n à 4 + 6 = n , n = 10.  Pada contoh  ini, terdapat kekurang telitian dalam menuliskan hasil perkalian yang seharusnya 7 x 4 = 28,  tertulis 26. Sehingga, akan diperoleh hasil yang menyimpang dari kebenaran .

   Dari uraian di atas dapat disampaikan pada anak didik, bahwa bukti nyata untuk memperoleh hasil demi tercapainya tujuan dengan lancar prosesnya. Tanpa menimbulkan masalah dengan pihak lain. Siswa perlu memiliki karakter positif dan selalu membiasakannya dan berperilaku. Siswa akan sadar bahwa karakter positif itu perlu dan memang harus di terapkan dalam segala perilaku. Sehingga, akan tercipta ketertiban, kelancaran, dan kenyamanan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa gesekan dengan pihak lain. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia