Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Bupati: Pendapatan Daerah Ditarget Naik Jadi Rp 2,6 Triliun

08 Oktober 2019, 08: 58: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

SAMPAIKAN PENDAPAT: Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan jawaban atas Rancangan APBD 2020 dalam rapat paripurna di DPRD.

SAMPAIKAN PENDAPAT: Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan jawaban atas Rancangan APBD 2020 dalam rapat paripurna di DPRD. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Pendapatan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 ditargetkan naik menjadi Rp 2,6 triliun. Lebih banyak dibanding APBD 2018 yang nilainya Rp 2,38 triliun. Dengan kata lain naik Rp 217 miliar.

Hal itu, diungkapkan Bupati Sri Sumarni dalam rapat paripurna di DPRD Grobogan kemarin. Rapat paripurna itu membahas tentang penjelasan bupati atas Raperda APBD 2020. Target pendapatan itu naik setelah ada transfer keuangan daerah dan desa (TKKD).

Adapun dana bagi hasil pajak bukan pajak berkurang sebesar Rp 1,225 miliar. Kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) bertambah menjadi Rp 1,155 triliun.  Raperda APBD 2020 itu telah melalui pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Pembahasan Proritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

”Untuk PPAS membahas terkait dengan prioritas urusan wajib dan urusan pilihan, menentukan program untuk masing-masing urusan, serta penyusunan plafon anggaran sementara untuk masing-masing kegiatan,” kata Bupati Sri Sumarni.

Program-program dan kegiatan dimaksud, selanjutnya diselaraskan dengan prioritas pembangunan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Untuk tahun 2020 ada anggaran prioritas pendapatan TKDD. Alokasi DID yang semula dalam KUA-PPAS direncanakan Rp 47 miliar dan yang diterima mendapat alokasi Rp 59,3 miliar atau ada anggaran lebih Rp 12,3 miliar,” terang dia.

Program lainnya ada rekrutmen dan seleksi CPNS formasi tahun 2019 yang pelaksanaanya akan melewati tahun anggaran 2019 dan 2020. Kemudian pelaksanaan Pilkada sesuai dengan pentahapan hibah ke Bawaslu Kabupaten Grobogan. Dana itu semula disepakati dalam KUA-PPAS tahun 2020 bejumlah Rp 8 miliar. Namun dibutuhkan tambahan Rp 1,5 miliar.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto mengungkapkan, rincian dalam raperda RAPBD Grobogan tahun 2020 akan dibahas dalam rapat paripurna selanjutnya. Dengan agenda pandangan umum fraksi dan rapat internal fraksi dengan OPD terkait.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia