Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Kuasai Lima Bahasa

07 Oktober 2019, 15: 49: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

Audi Fitria Widowati

Audi Fitria Widowati (dok pribadi)

Share this      

NAMANYA Audi Fitria Widowati. Karakternya introvert. Tak banyak bicara. Namun keingintahuannya sangat besar. Dia belajar sendiri dalam menguasai lima bahasa. Mulai dari Inggris, Jepang, Tiongkok, Korea dan Tailand.

Gadis belia yang baru kelas XII MIPA SMAN 1 Jepon ini mengaku, memang tidak mudah untuk belajar mandiri. Harus mempunyai keinginan dan tekat kuat. Bersabar dan pantang menyerah. Selain itu harus kreatif dan mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Alumni SMPN 2 Blora ini mengaku, mulai tertarik dengan berbagai bahasa saat masih SD di tahun terkahir. Awalnya kalau dia keluar kota, dan saat bilang dari Blora orang tidak tahu. Tahunya Kota Minyak. Saat dijelaskan dari Blora mereka tahunya Cepu.

Mulai saat itu dia getol belajar berbagai bahasa. Untuk memperkenalkan Blora kepada kalayak ramai. Berkat itu juga, dia mulai suka belajar soal perminyakan. Pretolium. Bagaimana sejarah tempat-tempat perminyakan, sejarah Nglobo, Semanggi, dan lainnya. Begitu juga tentang perminyaan pretolium. Dari zaman Belanda, Jepang, masa Bung Karno hingga sampai Blok Cepu.

“Saya mulai belajar dan mencari literasi. Sayangnya terkadang bukan bahasa Indonesia, ada bahasa Inggris dan lainnya. Jadi mau tidak mau saya harus belajar untuk bisa memahami itu,” ucap anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Begitu juga saat membuka website, kadang bahasanya bukan bahasa Indonesia. Sehingga mau tidak mau belajar bahasa Inggris dulu. “Ya harus cari sumbernya. Belajarnya otodidak. Ambil Google translate sama buku,” terang gadis yang bercita-cita ingin jadi Pramugari ini.

Selain itu, tekatnya untuk bisa menguasai berbagai bahasa karena ingin mengetahui dan paham apa yang dibicarakan orang lain. “Jadi, kalau bicara atau tukaran (bertengkar) kakak saya pakai bahasa Inggris. Tahunya ngomong, padahal bertengkar. Seperti wadon-wadonan. Saya penasaran. Gimana gitu rasanya tidak enak kalau tidak paham apa yang dibicarakan orang lain,” imbuhnya.

Selain menguasai berbagai bahasa, gadis manis ini juga suka menggambar animasi, membaca buku dan lihat YouTube. “Biasanya menggambar animasi Jepang. Biasanya saya jual buat bantu keuangan ayah yang tiap hari jual galon,” terangnya.

Menurutnya, kebiasaan atau hobi yang ia sukai juga terus diimbangi dengan belajar yang giat. Sebab dia sadar betul saat ini masih berstatus pelajar. “Harus imbangi belajar. Ikut pramuka juga sebagai sekretaris ambalan,” ucapnya.

Menurutnya, memang ada kendala belajar otodidak. Sebab salah bener tidak tau. Untuk itu, saya harus cari temen yang berasal dari luar negeri. Si empunya langsung. “Saya pakai internet aplikasi video call. Kadang bahasa saya dianggap aneh, tapi dapat dimengerti karena masih perlu belajar banyak,” jelas gadis yang tinggal di Jalan Blora-Cepu KM 8 nomor 80 ini.

Menurutnya, hidup itu tidak mungkin selalau berjalan mulus seperti apa yang di ekspektasikan. Namun, yang pasti, tidak ada rintangan yang tidak ada jalan keluarnya. Pasti ada jalan untuk melewatinya. Pasti ada jalan keluarnya. “Allah tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan seseorang,” tegas perempaun yang hobi ilmu filasafat, menggambar dan belajar bahasa asing ini.

Berkat beberapa bahasa yang ia kuasai. Dia bisa mengerjakan tugas bahasa Inggris, Unas, tugas-tugas dan sering mengikuti berbagai perlombaan. “Terakhir di Semarang Erlangga. Pidato bahasa Inggris juara II,” tegasnya.

Gadis kelahiran Blora, 25 September 2001 ini kemarin juga berhasil menjadi juara favorit pemilihan kakang mbakyu duta wisata Kabupaten Blora 2019. Dia mengaku senang banget. Sebab banyak yang support. “Bener-bener terima kasih. SMA Jepon dukung semua. Agenda terdeekat, besok tes buat sekolah Pramugari. Lulus tinggal masuk ke akademi. Ini baru dapat informasi lebih lanjut. Keterima Alhamdulillah. Kalau tidak, saya ambil komunikasi. Ambil jurusan hubungan internasional. Memanfaatkan kemampuan saya di public speaking,” jelasnya.

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia