Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Angin Puting Beliung Memporak-porandakan Stan Pameran Pertanian

07 Oktober 2019, 14: 59: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

PORAK-PORANDA: Belasan stan Blora Agriculture Festival 2019 berserakan usai di terjang angin putting beliung kemarin.

PORAK-PORANDA: Belasan stan Blora Agriculture Festival 2019 berserakan usai di terjang angin putting beliung kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Angin puting beliung memporak-porandakan belasan stan pameran produk unggulan dan teknologi pertanian ”Blora Agriculture Festival 2019” di kompleks Gedung Konco Tani Jalan Blora-Cepu km 5 Jepon, Blora, kemarin. Even ini untuk memeringati Hari Pangan Sedunia.

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, sempat membuat stan dipindahkan ke aula, karena sudah tak memungkinkan lagi digunakan.

Sugito, salah satu peserta pameran mengaku, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 13.30 dan berlangsung sekitar 10 menit. Angin datang dari tenggara dan langsung menerjang belasan stan pameran. Akibatnya stan-stan tersebut beterbangan. Sementara para pengunjung dan penjaga stan berlarian menyelamatkan diri. ”Tak ada korban jiwa. Acara sempat mau dihentikan, tapi setelah dirembuk tetap dilanjutkan dengan dipindah ke aula Gedung Konco Tani,” ungkapnya.

(SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Akibat musibah ini, uang hasil penjualan di stan Sugito juga ada yang sembat ikut terbang bersama angin. Totalnya Rp 1 juta. ”Namun usai angin reda, saya dan teman-tema berhasil mengumpulkan uang tersebut lagi,” terang salah satu karyawan PT GMM Bulog tersebut.

Bambang, salah satu pengunjung pameran mengaku, tidak ada tanda-tanda mendung sebelum angin datang. Kejadian itu tiba-tiba. ”Mendadak datang angin lisus. Semua jadi kalang kabut,” terangnya.

Dia mengaku sempat mengamankan diri di sebelah gedung Konco Tani. Sebab, takut tertimpa tiang tenda stan atau benda lain. ”Untung tidak ada korban jiwa. Kemarin cuacanya memang sangat panas. Saya kira mau turun hujan. Eh malah angin lisus,” ucapnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, sebagian besar tenda stan porak-poranda. Ambyar. Termasuk isinya remuk. Stan yang roboh dan rusak berat atara lain milik Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakikan), PT Gendhis Multi Manis (GMM), dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Kepala Dinnakikan Kabupaten Blora Gundala Wijasena mengaku bersyukur tak ada korban jiwa maupun luka. Akibat musibah tersebut, dinasnya mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. Sebab barang-barang di dalam stan rusak. ”Telur pecah semua. Ya mau gimana lagi,” ujarnya.

 Pameran yang mengangkat tema ”Inovasi Teknologi Pertanian Wujudkan Blora sebagai Lumbung Pangan Jawa Tengah” ini, diikuti 16 peserta dari BPP kecamatan, 18 stan sponsor dan undangan, serta tiga stan kuliner khas Blora. Adanya even ini, diharapkan mendorong seluruh elemen masyarakat, terutama petani agar lebih giat untuk memajukan pertanian di Kota Sate.

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia