Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Media Videoklip Sebuah Alternatif Menulis Puisi

07 Oktober 2019, 13: 09: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Eko Budi Mulyono, S.Pd.; Guru SMPN 2 Kradenan

Eko Budi Mulyono, S.Pd.; Guru SMPN 2 Kradenan (dok pribadi)

Share this      

KEMAMPUAN menulis puisi perlu ditanamkan kepada siswa di sekolah, agar mereka mempunyai kemampuan untuk mengapresiasi puisi dengan baik. Mengapresiasi sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk penghayatan dan pemahaman puisi, melainkan berpengaruh mempertajam kepekaan perasaan, penalaran, serta kepekaan anak terhadap masalah kemanusiaan. Kemampuan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor penting dalam proses pembelajaran menulis puisi.

Pembelajaran menulis puisi sebagai bagian pembelajaran sastra belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Masih banyak siswa yang nilainya di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kemungkinan hal ini disebabkan adanya beberapa hambatan. Hambatan pertama berasal dari siswa itu sendiri. Siswa cenderung lebih menyukai menulis karangan ilmiah daripada menulis puisi. Siswa beranggapan bahwa menulis puisi lebih sulit dibandingkan dengan menulis surat, memo, teks laporan, dan lain sebagainya. Menulis puisi kadang menjadi beban terberat bagi siswa. Siswa juga beranggapan bahwa puisi terlalu berat dari segi bahasa maupun penafsirannya.

Hambatan kedua, berasal dari guru. Guru kurang mampu memotivasi siswa untuk lebih menyenangi pembalajaran menulis puisi. Selain itu, metode dan media pembelajaran yang digunakan guru kurang variatif, sehingga membosankan bagi siswa. Pembelajaran menulis puisi masih bertumpu pada pembelajaran klasik konvensional dengan strategi, pendekatan, metode, serta media pembelajaran yang belum mampu menumbuhkan kebiasaan berpikir produktif. Sebagai guru hendaknya pandai memilih metode, strategi, serta menggunakan media pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Ada bagian yang sulit dalam proses menulis, yaitu mengetahui hal apa yang akan ditulis, apa temanya, dan bagaimana memulainya. Dalam menulis puisi, kreativitas dan imajinasi sangat diperlukan untuk mengembangkan ide atau gagasan menjadi sebuah karangan yang menarik. Imajinasi dan kreativitas merupakan ranah kerja otak kanan. Kreativitas dan imajinasi tidak berkembang dengan baik apabila guru masih menggunakan metode konvensional dalam menulis puisi, yaitu dengan menyodori siswa untuk menulis puisi tanpa memberi rangsangan baik berupa gambar, lirik lagu, atau aransemen musik.

Agar pembelajaran sastra khususnya menulis puisi disukai siswa, maka pelaksanaan pembelajaran haruslah menyenangkan dan menantang. Siswa merasa mengalami sendiri dunia sastra. Untuk itu, peran guru sangatlah dominan dalam menyusun dan melaksanakan skenario pembelajaran. Guru harus mampu membangkitkan semangat siswa dan menjadikan anak merasa mengalami sendiri apa yang disampaikan, sehingga siswa merasa tertantang untuk menggali pengalaman yang dirasakan dalam proses pembelajaran. Setelah siswa mengalami sendiri dan mampu menggali pengalaman dalam pembelajaran, diharapkan siswa akan merasa senang mengikuti pembelajaran sastra, khususnya menulis puisi.

Salah  satu alternatif  media yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah media videoklip. Media videoklip dalam pembelajaran keterampilan menulis puisi diharapkan dapat membantu siswa mengatasi permasalahan dalam menulis puisi. Melalui media videoklip siswa diajak untuk menentukan sebuah gagasan puisi, menuliskan pokok-pokok pikiran, kemudian menjabarkannya menjadi sebuah puisi. Hal ini disebabkan karena siswa akan terdorong menulis dan mengekspresikan perasaannya setelah melihat objek-objek gambar serta mendengarkan musik serta lirik-lirik lagu yang ada pada videoklip.

Implementasi media videoklip dalam pembelajaran adalah guru memlih tema puisi setelah melihat tayangan videoklip, kemudian menuliskannya di atas selembar kertas kosong. Siswa kemudian mencatat kata-kata atau pun gambar yang ada saat penayangan videoklip. Dari kata-kata atau gambar yang didata dari tayangan videoklip, kemudian dituangkan idenya dalam bentuk puisi sesuai tema yang telah disepakati. Setelah kegiatan pembelajaran selesai ternyata banyak siswa yang mampu menulis puisi secara baik. Media videoklip mampu meningkatkan daya imajinasi siswa, sehingga membantunya menuangkan ide kreatif dalam bentuk puisi.

Dengan menggunakan media videoklip siswa merasa lebih tertantang dan lebih semangat untuk menuangkan ide kretaifnya dalam bentuk puisi. Selain itu, siswa juga tidak jenuh karena dalam videoklip selain ditayangkan gambar juga ada iringan musik. Pada akhirnya, media videoklip merupakan alternatif yang bisa diterapkan pada pembelajaran menulis puisi. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia