Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Features
Windi Fibriana, Runner Up Wajah Bintang 2019

Sempat Minder karena dari Desa

03 Oktober 2019, 14: 31: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

CANTIK: Windi Fibriana berhasil merebut runner up Kontes Modeling Nasional Wajah Bintang Indonesia 2019 tampil di Jakarta.

CANTIK: Windi Fibriana berhasil merebut runner up Kontes Modeling Nasional Wajah Bintang Indonesia 2019 tampil di Jakarta. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

Windi Fibriana menyabet runner up Wajah Bintang Indonesia 2019. Siswi kelas XII IPS SMA PGRI 2 Kayen itu tak menyangka bisa mencuri perhatian dunia modeling Ibu Kota. Atas prestasinya itu, Windi digaet rumah produksi hiburan. Windi dikontrak selama dua tahun.

ACHMAD ULIL ALBAB, Pati, Radar Kudus

PESONA seorang model tampak pada diri Windi Fibriana. Meskipun pagi itu dia mengenakan seragam sekolah. Berbaju batik dan rok panjang abu-abu. Serta mengenakan jilbab. Cara berdandanannya terlihat modis meskipun sederhana.

Windi baru saja meraih prestasi tinggi. Dia menyabet juara pertama kategori busana pesta dan juara kedua kategori busana batik. Serta menyabet penghargaan sebagai runner up Wajah Bintang Indonesia 2019.

Windi, sapaan akrabnya, mulai mengenal dunia modeling sejak masuk di SMA PGRI 2 Kayen. Bakatnya berlenggak-lenggok di catwalk mulai tumbuh di sekolah yang berada di Jalan Kayen - Tambakromo itu.

"Saya awalnya ikut lifeskill sinematografi. Dari sana kemudian saya tertarik di dunia hiburan. Sinematografi dan modeling saling terkait. Dan bakat saya mulai terasah ketika selalu ikut lomba fashion show tiap class meeting atau lomba antar kelas usai ujian semesteran. Dari sana saya sering mendapat juara," terang gadis kelahiran Pati, 16 Januari 2002 ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Windi sendiri sudah banyak mengantongi prestasi di dunia modeling. Sebelumnya, Windi pernah meraih juara pertama catwalk idola, dan juara pertama peragawan peragawati di Semarang 2019. Selain itu, Windi juga pernah meraih juara modeling di Kudus dan juga di Pati sendiri.

Perjuangan Windi juga tidak mudah. Dia selain gigih berlatih sendiri, selama sebulan lebih juga mendapat latihan intensif di salah satu sekolah modeling di Kota Pati. "Selain itu ya memang latihan pribadi. Bahkan kadang sampai pulang sekolah selepas magrib juga," terang putri kedua pasangan Lasiman dan Sunarti ini.

Perjuangan saat tampil di Jakarta juga tidak mudah. Untuk mengikuti kompetisi itu, Windi menjalani karantina selama sepekan. Sejak 4-10 September lalu. ”Banyak pelajaran juga di sana. Apalagi mengikuti kompetisi level nasional. Diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai sekolah. Satu kebanggaan juga pengalaman yang penting bagi saya,” terangnya.

Windi pun mengaku sempat grogi dan tidak percaya diri. Apalagi melihat dirinya yang hanya orang desa, anak petani dari Desa Pakis Kecamatan Tambakromo. ”Alhamdulillah saya bisa mengatasi grogi saya. Ya intinya berdoa dan berusaha,” jelasnya.

Berkat kerja keras dan bakatnya itu, salah satu rumah produksi hiburan tertarik meminangnya menjadi salah satu talent untuk bermain sinetron. Windi bahkan dikontrak dengan durasi dua tahun. Namun karena sekarang sudah duduk di kelas XII, Windi ingin fokus menuntaskan pendidikannya terlebih dahulu. Sebelum nantinya menekuni dunia hiburan.

Kepala SMA PGRI 2 Kayen Surata mengungkapkan, dari pihak sekolahnya, memang mendukung penuh bakat dan hobi para siswanya. Hingga membuatkan kompetisi antar kelas, dimana hal itu mampu membuat bakat anak menjadi berkembang.

”Salah satunya dibuktikan Windi. Dia mulai terlihat saat menjuarai fashion show tingkat sekolah. Kemudian belajar lagi, diasah lagi dan bisa bersinar meraih prestasi tinggi,” terang Surata. Melalui kegiatan itu, pihaknya memang ingin mewadahi anak didiknya agar lebih berkembang bakat-bakat yang ada. ”Pihak sekolah sangat mendukung,” paparnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia