Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Jenazah Anggota Brimob Korban Jatuhnya Pesawat di Papua Dimakamkan

28 September 2019, 16: 48: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

PROSESI PEMAKAMAN: Prosesi upacara serah terima jenazah personel brimob Bharatu Anumerta Hadi Utomo Kamis (26/9) malam lalu. Korban termasuk salah satu pengawal pesawat yang jatuh di Timika, Papua

PROSESI PEMAKAMAN: Prosesi upacara serah terima jenazah personel brimob Bharatu Anumerta Hadi Utomo Kamis (26/9) malam lalu. Korban termasuk salah satu pengawal pesawat yang jatuh di Timika, Papua (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

MARGOREJO, Radar Kudus – Pemakaman Baratu Anumerta Hadi Utomo dilangsungkan tengah malam lalu. Jenazah korban kecelakaan pesawat di Papua tersebut baru tiba di rumah duka pukul 23.30. Keluarga dan para pelayat sudah menunggu kedatangan jenazah sejak usai Salat Magrib.

Setiba di rumah duka, Desa Mukti-harjo, Margorejo, jenazah langsung didoakan sebentar. Lalu upacara serah terima dan pemakaman secara resmi tradisi kepolisian.

Jalan Pati-Gembong yang berada di depan rumahnya duka sampai penuh. Ratusan orang baik tetangga dan juga rekan sesama polisi hadir menyambut kedatangan jenazah.

Upacara serah terima dilakukan Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto. ”Almarhum adalah prajurit yang baik. Selama masa tugas, dia terkenal memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi dalam operasi kepolisian,” terang Kapolres Jon Wesly saat memberikan sambutan, sebelum memberangkatkan jenazah ke tempat pemakaman umum, 800 meter dari rumah duka.

Seperti diketahui, selama empat ta-hun masa tugasnya, Baratu Anumerta Hadi Utomo telah banyak menerima tugas-tugas operasi di luar Jawa. Seperti operasi di Poso dan ikut terlibat dalam operasi pengejaran kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Sementara itu, Kepala Desa Mukti-harjo, Suwarto mengungkapkan, Hadi Utomo sendiri dikenal masyarakat sebagai anak muda yang baik. ”Hubungan bermasyarakatnya juga baik. Dia saya anggap sebagai anak muda berprestasi yang patut jadi role model anak-anak muda zaman sekarang,” terangnya.

Seperti diketahui, Baratu Anumerta Hadi Utomo menjadi korban kecelakaan pesawat saat melakukan tugas pengawalan. Sebelumnya, pesawat perintis jenis Twin Otter DHC 6-400 dengan nomor registrasi PK-CDC dari Timika, Kabupaten Mimika tujuan Ilaga, Kabupaten Puncak, hilang kontak, Rabu (18/9/2019) sekitar pukul 11.00 WIT.

Pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri itu bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika, pada pukul 10.31 WIT. Seharusnya, pesawat sudah mendarat di Bandara Ilaga, Puncak, pada pukul 11.09 WIT.

Pesawat yang dipiloti Dasep Sobirin, co-pilot Yudra Tetuko dan mekanik Ujang Suhendra itu mengangkut 1.600 kg beras milik Perum Bulog, dan membawa seorang anggota Brimob bernama Bharada Hadi Utomo yang bertugas di Ilaga. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia