Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Tahun Buron, Terpidana Kasus Narkoba Tertangkap di Rumah Ortu

28 September 2019, 12: 21: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

MASUK BUI: Terpidana kasus narkoba Tri Cahyono (tengah) akhirnya dijebloskan ke penjara setelah sempat buron selama tiga tahun.

MASUK BUI: Terpidana kasus narkoba Tri Cahyono (tengah) akhirnya dijebloskan ke penjara setelah sempat buron selama tiga tahun. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Setelah tiga tahun buron, Tri Cahyono Jati akhirnya berhasil diringkus oleh tim gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari Blora) dan Sat Narkoba Polres Blora. Dia ditangkap di rumah orang tuanya. Dalam kasus kepemilikan ganja 22,6 gram itu, Tri divonis oleh Mahkamah Agung (MA) dengan empat tahun kurungan.

Perjalanan kasus pria 32 tahun asal Desa Cabak, Kecamatan Jiken itu terbilang panjang. Dia tersandung kasus narkoba atas kepemilikan ganja seberat 22,68 gram dan satu plastik bening berisi tembakau Arab. Barang-barang itu ditemukan di rumah mertuanya.

Di Pengadilan Negeri Blora, Tri mendapat vonis bebas. Kemudian Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi ke MA. Hasilnya, MA mengabulkan permohonan kasasi dari JPU Kejari Blora. Kemudian membatalkan putusan bebas dari Pengadilan Negeri Blora. Tri kemudian diganjar hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kepala Kejari Blora I Made Sudiatmika mengungkapkan, setelah bertahun-tahun menjadi buron, tim intelejen Kejari dan Satnarkoba Rabu malam (25/9) mengendus keberadaan Tri Cahyono Jati. Saat itu dia pulang ke rumah orang tuanya di Desa Ngelo, Kecamatan Cepu. Selanjutnya, Kamis (26/9) pagi pihaknya berhasil meringkus dan membawanya ke Kejari Blora. Sebelum ditangkap, Tri sempat kabur ke Palangkaraya dan bekerja di sana.

Menurutnya, pihak Kejari sebelumnya sudah melanyangkan surat pemberitahuan putusan MA ke Tri dan ke rumah pengacaranya. Namun ia tidak di rumah. I Made juga menjelaskan penangkapan terpidana tersebut baru dilakukan sekarang, karena sebelumnya keberadaan tersangka tidak di rumah. ”Tidak ada perlawanan. Usai dilakukan pemerikasaan di ruang staf intelejen, langsung dijebloskan ke Rutan Blora,” terangnya.

Sementara itu, kuasa hukum Tri Cahyono Jati mengaku kecewa dengan keputusan kasasi tersebut. Sebab jelas-jelas fakta persidangan, kliennya tidak bersalah. Sehingga dengan adanya keputusan kasasi tersebut kliennya harus menjalani sanksi pidana.

”Saya mohon kepolisian dan Kejaksaan Negeri Blora juga menindak ayah mertua terdakwa. Karena dalam persidangan terungkap fakta ganja tersebut yang menyimpan dan memiliki adalah ayah mertua terdakwa,” jelasnya.

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia