Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang Dianggar Rp 8 Triliun

27 September 2019, 14: 51: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKAJI: Kementerian Perhubungan dan daerah yang dilalui reaktivasi kereta api mulai mengkaji trase reaktivasi jalur kereta api di Hotel Safin Pati kemarin.

DIKAJI: Kementerian Perhubungan dan daerah yang dilalui reaktivasi kereta api mulai mengkaji trase reaktivasi jalur kereta api di Hotel Safin Pati kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Reaktivasi jalur kereta api Semarang-Rembang bakal ditargetkan beroperasi pada 2023 mendatang. Saat ini, tim kajian dari Kementeraian Perhubungan dan Dinas Perhubungan daerah yang dilalui jalur reaktivasi itu sudah memulai kajian-kajian. Salah satunya mensinkronisasi usulan trase jalur kereta api.

Kabid Jaringan Trasnportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Agung Pramono menuturkan, reaktivasi jalur kereta pantura Semarang-Rembang ditargetkan beroperasi 2023 mendatang. Sehingga mulai 2019 hingga 2023 nanti sudah dilaksanakan studi dari Kemenhub dan daerah yang dilalui reaktivasi jalur kereta api.

“Sehingga perlu adanya studi-studi langsung dengan daerah yang dilalui. Sehingga pemprov dan pemkab yang dilalui reaktivasi jalur kereta api mendukung program dari pemerintah pusat dengan mengupayakan adanya transportasi kereta api baru tapi menggunakan trase lama,” jelasnya.

Apabila trase lama dapat dimanfaatkan akan dihidupkan kembali. Tapi jika pemanfaatan trase lama menimbulkan banyak konflik sosial dan biaya banyak karena sudah banyak beralihfungsi, maka membuat trase baru menjadi jalan alternatif reaktivasi jalur kereta api dapat terwujud.

“Sebab yang paling krusial ini masalah trase dan kesesuaian dari RT/RW kabupaten yang dilewati reaktivasi jalur kereta api. Jika menggunakan trase lama sudah banyak beralihfungsi menjadi rumah, toko, jalan, hingga parkir truk besar. Sedangkan untuk trase baru harus ada pembebasan lahan meskipun nanti dapat dibantu oleh pemrov dan pemkab yang dilalui reaktivasi,” paparnya.

Jalur reaktivasi kereta api Semarang-Rembang mencapai 105 kilometer dengan estimasi anggaran Rp 8 triliun. Ia berharap koordinasi antara kementerian, pemprov, dan pemkab tentang reaktivasi jalur kereta api dapat memberikan masukan kepada kementerian tentang penentuan trase kereta api yang akan melewati kecamatan di Semarang, Demak, Kudus, Pati, hingga Rembang.

“Selain itu dapat memberikan masukan Kemenhub terhadap percepatan reaktivasi, pembuatan DED-nya juga sesuai dengan harapan kabupaten sehingga tidak ada perbedaan antara keinginan dari kementerian dan kabupaten. Sebab reaktivasi jalur kereta api ini dapat menjadi transportasi alternatif pantura Semarang-Rembang supaya tidak tertumpu jalan pantura,” imbuhnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia