Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Ratusan Siswa di Kudus Dilatih Padamkan Api

27 September 2019, 13: 16: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

LATIHAN PEMADAM KEBAKARAN: Ratusan pelajar SMK NU Ma’arif Kudus diberikan pelatihan pemadam kebakaran oleh petugas damkar Djarum di lapangan Rendeng kemarin.

LATIHAN PEMADAM KEBAKARAN: Ratusan pelajar SMK NU Ma’arif Kudus diberikan pelatihan pemadam kebakaran oleh petugas damkar Djarum di lapangan Rendeng kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus Ratusan SMK di Kudus binaan Djarum Foundation mendapatkan pelatihan sekaligus praktik memadamkan api di lapangan Rendeng. Kali pertama kegiatan dari SMK NU Ma’arif.

Mereka mendapatkan pelatihan dua hari yakni teori selama lima jam dan praktik dengan waktu yang sama. Siswa yang mengikuti kemarin (26/9) kelas XII berjumlah sekitar 240 siswa.

Kegiatan ini bertujuan untuk bekal para siswa mendapatkan keterampilan untuk kesiapan vokasi setelah lulus sekolah.

Kepala Bagian Pemadam Kebakaran PT Djarum Hardi Cahyana mengatakan, ada 16 SMK yang mendapatkan pelatihan mengatasi kebakaran, tapi waktunya sudah terjadwal.

”Mendapatkan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) pemadaman kebakaran, selama lima jam, dalam praktik ini mereka dilatih agar mahir mengatasi kebakaran dan pencegahannya, nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan,” ungkapnya.

Kegiatan ini berlangsung selama 25 gelombang hingga Desember mendatang. Ini sangat penting bagi siswa bagaimana menanggulangi dalam keadaan darurat kebakaran disaat nanti bekerja.

Mereka juga dikenalkan dengan alat pemadam api ringan (Apar) dan cara penggunaannya serta cara membidik yang tepat ke sumber apinya. Selain itu, mereka juga diberikan bekal pelatihan untuk melakukan evakuasi massal. Bahkan, dalam kondisi kepepet dan terkena asap akibat kebakaran serta tindakan apa yang harus dilakukan, itu semua akan diberikan praktik pelatihan.

Sementara itu, salah satu siswa yang ikut pelatihan Angga Isarof Wibi Sanjaya mengaku, ini pengalaman pertama. Pada awalnya takut praktik memadamkan api menggunakan kain atau karung goni.

”Ya ini, pengalaman pertama dan sangat mengasyikkan. Selain diajarkan memadamkan api, juga sigap memberikan pertolongan pertama dalam keadaan darurat,” terangnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia