Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Ini Alasan Anggaran Pilkada Rembang Bisa Ditambah Lagi

23 September 2019, 15: 46: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Ini Alasan Anggaran Pilkada Rembang Bisa Ditambah Lagi

KOTA, Radar Kudus - Dana Pilkada sendiri disesuaikan dengan standar kabupaten. Tetapi sifatnya belum final. Rencananya pada 1 Oktober mendatang harus sudah selesai. Terkait Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Meski sudah ada NPHD, kemungkinan anggaran untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang. Dan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Rembang masih bisa berubah. Pada perubahan anggaran 2020.

Hal ini dinyatakan oleh M Luthfi Hakim, Subbag Pemerintahan Umum Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang. Saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus baru-baru ini. Pada KUA 2020, KPUD mendapat Rp 18 miliar. Bawaslu Rp 5 miliar.

Sebelumnya, KPU Rembang sendiri akan menerima Rp 250 Juta pada APBD Perubahan 2019. Pada KUA 2020 rencananya menerima Rp 18 miliar. Sementara untuk bawaslu pada APBD Perubahan 2019 menerima Rp 75 juta. Dan pada KUA 2020 akan menerima Rp 5 miliar. 

Luthfi menjelaskan angka anggaran yang merupakan hasil rapat koordinasi terakhir itu sudah pasti. Tetapi masih bisa berubah untuk KPU dan Bawaslu. ”Kalau turun kemungkinan enggak. Kalau naik masih bisa,” ujarnya.

Angka dari hasil rapat tersebut belum pasti. Karena belum penandatanganan NPHD. ”Itu pun masih bisa karena pelaksanaan September. Kemungkinan masih bisa dianggarkan lagi untuk perubahan 2020,” imbuhnya.

Ketua KPU Rembang Iqbal mengatakan rencana pihaknya kan mengadakan sektar 1.300 tempat pemungutan suara (TPS) untuk pilkada. Anggaran tersebut digunakan untuk TPS dan lainnya.

”Nanti anggaran yang paling besar di honor badan ad hoc ini. PPK, PPS, KPPS,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus kemarin. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia