Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Sekda Minta Cek Kesehatan Bacabup Rembang Cukup di RSUD

23 September 2019, 12: 52: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Sekda Minta Cek Kesehatan Bacabup Rembang Cukup di RSUD

REMBANG, Radar Kudus – Pemilihan kepala daerah (pilkada) Rembang dilaksanakan tahun depan. Meski demikian, persiapan sudah dilakukan mulai sejak dini. Beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan rapat antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dengan pihak-pihak terkait.

Selain membahas tentang anggaran, rapat ini juga membahas tentang pemeriksaan kesehatan terhadap calon bupati/wakil bupati nantinya. Rencananya, pemeriksaan dilakukan di rumah sakit tipe A. Jika di Jawa Tengah (Jateng), ada di RSUP Kariadi Semarang dan RSUD Moewardi, Surakarta.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang M Iqbal Fahmi mengatakan, keputusan ini berdasarkan rapat koordinasi (rakor) provinsi. ”Untuk yang pemeriksaan kesehatan ini, hasil dari rakor kami di provinsi. Jadi ada kesepakatan untuk 21 kabupaten kota yang mengadakan pilkada itu, diseragamkan untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit tipe A,” jelasnya.

Selain untuk menyeragamkan, juga untuk memudahkan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). ”Kalau sini nanti rencana di Kariadi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, namun ada permintaan dari sekertaris Daerah (sekda) Rembang agar pemeriksaan dilakukan di Kota Garam. Sebab, Rembang memiliki rumah sakit sendiri yang selama ini digunakan untuk pemeriksaan bakal calon bupati (bacabup). ”Permintaan dari Pak Sekda, kalau bisa di Rembang saja,” paparnya.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi kepada provinsi Terkait hal ini. ”Ya nanti kami koordinasikan ke provinsi,” imbuhnya.

Tepisah, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan RSUD dr R Soetrasno Rembang Nurdin saat dikonfirmasi kemarin membenarkan, bahwa RSUD ini memang kerap dijadikan pemeriksaan bacabup atau bacawabup. Pihaknya juga mengaku, terkait alat sudah terpenuhi.

”Kami sudah sering ditunjuk untuk pemeriksaan kesehatan pilkada atau pileg. Semua jenis pemeriksaan, baik kesiapan dokter spesialis dan alat pemeriksaan selama ini bisa dipenuhi," ujarnya.

Sementara itu, bursa bacabup-bacawabup Rembang sudah menghangat. Setidaknya sudah ada dua bacabup yang mengklaim berada di jalur independen mendeklarasikan diri. Mereka, Karyono-Zaenal Abidin dan Suparno Gusno-Darmawan Budiharto. Pasangan Karyono-Zaenal mengklaim sudah mengumpulkan KTP. Sedangkan pasangan Suparno Gusno-Darmawan Budiharto masih terus mengumpulkan dukungan dari masyarakat bawah.

Kader PKB yang juga Wakil Ketua DPRD Rembang Bisri Cholil Laqouf mengungkapkan, pihaknya saat ini belum mengadakan pertemuan formal tentang kemungkinan mengusung cabup-cawabup. Pihaknya lebih menunggu ”suara langit”. ”Nunggu ”suara langit” dulu. Baru nanti kami umumkan,” katanya.

Mengenai adanya dua calon independen yang sudah mendeklarasikan diri, pria yang akrab disapa Gus Gipul ini, menyebut hal itu sebagai kekritisan masyarakat Rembang. Hal itu disebutnya sebagai sikap butuh perubahan yang signifikan. ”Bagus. Itu menandakan masyarakat Rembang saat ini lebih kritis dan membutuhkan perubahan yang signifikan dalam kemajuan daerah,” tuturnya.

Puji Santoso, anggota DPRD Rembang dari Fraksi Gerindra menyatakan, dengan hanya punya tiga kursi, pihaknya pun hanya bisa wait and see. Pihaknya menyadari politik sangat dinamis. ”Politik butuh waktu. Butuh komunikasi. Nantinya kami akan tetap ikut dalam kontestasi pilihan bupati dan wakil bupati September 2020 mendatang,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPC PPP Rembang Dahlan Suyuthi mengungkapkan, kubunya sudah membicarakan mengenai bakal calon yang diusung. Salah satu pembicaraannya, termasuk kemungkinan mengusung kembali pasangan petahana, Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto. ”Semua kemungkinan masih terbuka. Termasuk yang ada sekarang ini (mengusung kembali pasangan petahana, Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto, Red),” katanya. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia