Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Peringatan 40 Hari Mbah Moen, Ribuan Hadirin Padati Ponpes Al Anwar

16 September 2019, 15: 15: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

DISAMBUT: Habib Lutfi Bin Yahya datang di pondok pesantren Al Anwar 1 di akhir acara memperingati 40 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair Sabtu (14/9).

DISAMBUT: Habib Lutfi Bin Yahya datang di pondok pesantren Al Anwar 1 di akhir acara memperingati 40 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair Sabtu (14/9). (DOKUMEN WARGA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Tahlil 40 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair berlangsung khusyuk kemarin (14/9) malam. Yang dihadiri ribuan hadirin. Bahkan sampai meluber ke pantura. Sekitar 800 meter ke barat dari area pondok Al Anwar 1. Sekitar pukul 22.30, para hadirin sudah ada yang membubarkan diri.

Acara sudah selesai. Pantura Rembang-Tuban area pondok sudah agak lengang. Paling tidak sudah bisa dilewati kendaraan roda dua. Meski padat merayap. Membaur dengan peserta yang jalan kaki.

Sirine dari motor dua motor polisi pun terdengar. Memecah keriuhan. Motor polisi itu diikuti beberapa mobil. Tak berselang lama, hentakan sepatu mengiringi. Rombongan Banser berlalri mengikuti rombongan mobil tadi. Itu lah kedatangan Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan.

Sontak para kerumunan hadirin itu pun berbalik arah. Mengikuti arah rombongan tadi menuju di pondok. "Ayo kembali biar mendapat barokah," celetuk salah satu hadirin mengajak bocah di sampingnya.

Di depan gapura masuk pondok sudah dipadati hadirin. Sehingga, bagian belakang pun tak dapat melihat wajah Habib Luthfi. Gema lantunan salawat yang menjadi penanda bahwa sang Bib Luthfi keluar dari mobil.

Terdengar dari speaker suara Majid Kamil, salah satu putra Mbah Moen menyambut kedatangan Habib Luthfi. "Marhaban Habib Luthfi. Ini masih ada acara, supaya Habib Luthfi diharapkan dari keluarga. Tetap untuk memberikan mauidhoh dan doanya. Minimal ini masih ada santri-santri. Fadhol ya habib," ujar Gus kamil mempersilahkan.

Habib Luthfi dalam tausiyah beliau menyampaikan, tentang kehilangan KH Maimoen Zubair. Yang merupakan regenerasi dari perjuangan-perjuangan para wali dan ulama terdahulu. Sehingga beruntunglah orang-orang yang mau mengambil ilmu dari beliau.

"Yang untuk sementara ini sulit mencari pengganti. Sebagai regenerasi membawa tantangan umat dan tantangan zaman," kata Habib Luthfi. Perjuangan itu dinilai bukan hal yang enteng. Karena perkembangan zaman. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia