Selasa, 15 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Kenalkan Sejarah, PPUPIK PGSD UMK Kampanye Alat Peraga Local Wisdom

16 September 2019, 14: 29: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

PELATIHAN: Tim PPUPIK PGSD UMK melaksanakan pelatihan pembuatan alat peraga edukatif kepada masyarakat para orang tua yang hadir dalam kegiatan Dharma Wanita Dinas Perhubungan Pati beberapa waktu lalu.

PELATIHAN: Tim PPUPIK PGSD UMK melaksanakan pelatihan pembuatan alat peraga edukatif kepada masyarakat para orang tua yang hadir dalam kegiatan Dharma Wanita Dinas Perhubungan Pati beberapa waktu lalu. (TIM PPUPIK PGSD UMK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BAE, Radar Kudus - Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Universitas Muria Kudus (UMK) bekerja sama dengan Kemenristekdikti mengenalkan alat peraga berbasis local wisdom (kearifan lokal) ke guru sekolah dasar (SD) dan masyarakat luas. 

Kegiatan ini sudah berlangsung selama tiga tahun dan menggunakan dana hibah sebesar seratus lima puluh juta setiap tahun. Pada tahun 2017 dan 2018,  diketuai oleh Eka Zuliana, M.Pd. Untuk tahun ini, jabatan ketua dipegang Ika Oktavianti, M.Pd beserta tim, Henry Suryo Bintoro, M.Pd dan Yuni Ratnasari, M.Pd.

Ika Oktavianti menjelaskan, keunggulan program ini karena mengangkat kearifan lokal. Misalnya, budaya Kudus yang dikemas pada alat peraga Dakon Bulusan, Marionette Tangram Bulusan, dan Miniatur Kudus. 

(TIM PPUPIK PGSD UMK FOR RADAR KUDUS)

Dia mencontohkan dakon Bulusan. Permainan ini mengajarkan materi IPS tentang keanekaragaman budaya. Selain itu, juga untuk pelajaran matematika, dan bahkan digunakan untuk mengajarkan materi operasi hitung bilangan bulat, KPK dan FPB. 

Marionette Tangram Bulusan dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep sifat-sifat bangun datar. "Alat peraga lainnya seperti Cubeecraft Si Unyil yang kami produksi memudahkan siswa dalam memahami materi jaring-jaring kubus balok dan bangun ruang," terangnya.

Pihaknya berharap, dengan diperkenalkannya alat peraga berbasis local wisdom dapat melestarikan budaya lokal sekaligus memudahkan siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Beberapa alat peraga juga telah mendapatkan sertifikat HKI. 

“Untuk mengenalkan local wisdom kepada siswa perlu dikemas semenarik mungkin dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan," lanjut Ika.

Selain memproduksi dan menjual alat peraga, program ini juga menyediakan jasa pelatihan serta pembuatan alat peraga. Tujuannya untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis PAKEM melalui alat peraga edukatif, serta mencetak wirausahawan bidang alat peraga.

Pelatihan pembuatan dan penggunaan alat peraga, selain diberikan kepada mahasiswa, juga telah diikuti oleh guru-guru sekolah dasar dan masyarakat umum. Untuk menarik perhatian guru maupun masyarakat luas, tim melakukan promosi sekaligus sosialisasi di beberapa sekolah dan dinas pendidikan di Karisidenan Pati. Mereka diajak mengikuti pameran atau expo di masyarakat, serta mengadakan talkshow. Di samping itu, dia juga berharap program ini mampu memberikan inspirasi bagi kalangan dan pemerhati pendidikan untuk menggunakan alat peraga dalam proses belajar mengajar. Serta, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan.

Kantor PPUPIK alat peraga edukatif SD bertempat di Gedung L lt.3 PGSD Universitas Muria Kudus. Tempt ini menyediakan jasa pembuatan serta pelatihan penggunaan berbagai alat peraga edukatif SD. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia